KABUPATEN - Hujan deras disertai angin kencang terjadi di Dusun Balong, Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Senin sore (23/2). Akibatnya, sebanyak 15 atap rumah warga mengalami kerusakan.
Rumah-rumah warga lainnya juga mengalami kerusakan di bagian teras. Total ada 55 warga yang terdampak. Tiga pohon tumbang yang menutup jalan juga dilaporkan pada pukul 19.30. Dari pengamatan BPBD Kabupaten Malang, mayoritas atap rumah warga yang tersapu angin berbahan seng atau galvalum.
”Tiap musibah angin kencang, atap dengan bahan itu memang lebih rawan terdampak,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan. Sebab, materialnya lebih ringan. Sementara pengaitnya hanya paku saja. Karena itu, dua jenis atap itu mudah tersapu angin kencang.
”Kami perkirakan nilai kerugian yang diderita warga mencapai Rp 30 juta,” lanjut Sadono. Setelah asesmen selesai, dipastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa akibat angin puting beliung itu.
Hanya saja, korban butuh bantuan untuk segera memperbaiki atap mereka agar rumah tidak basah saat hujan kembali turun. Bencana hidrometeorologi memang diprediksi bakal terus terjadi hingga Maret nanti. Karena itu, Sadono mengimbau kepada masyarakat untuk terus waspada dan berhati-hati.
Kemarin (24/2), Bupati Malang H M. Sanusi juga mengunjungi korban terdampak angin kencang di Bantur. Sekaligus menyerahkan bantuan dari Pemkab Malang meliputi paket sembako, selimut, terpal, family kids, dan alat kebersihan.
”Semoga tidak ada lagi kejadian serupa, karena warga pasti ada sisi traumatiknya. Dan, saya bisa merasakan apa yang mereka rasakan,” kata Sanusi. (aff/by)
Editor : A. Nugroho