KABUPATEN - Usulan rute untuk pembukaan Trans Jatim koridor dua di Malang Raya mulai digodok. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang mengajukan usulan rute yang mengarah ke Kepanjen dan Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo.
Dasar mereka yakni mobilitas warga dan potensi tempat wisata yang bisa dijangkau. Sebelumnya, Dishub Kabupaten Malang juga mengusulkan rute Malang-Blitar. Itu berdasar traffic pengendara dari Bendungan Lahor yang cukup ramai setiap hari.
Dengan pertimbangan mobilitas masyarakat Kabupaten Malang yang tinggi searah dengan jalur itu, rute Malang-Blitar tetap ikut diusulkan. Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Kabupaten Malang Tri Hermantoro menuturkan. rute Malang-Blitar diusulkan berangkat dari Terminal Hamid Rusdi menuju Kelurahan Gadang.
Lalu berjalan ke arah Talangagung, Kecamatan Kepanjen. Setelah itu melewati Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen dan menuju Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. ”Tapi skema itu masih menunggu perkembangan dan masukan dari pihak terkait,” ujar Tri.
Sementara rute Poncokusumo, usulannya dimulai dari arah pertigaan Pendem menuju Karanglo dan berakhir di Desa Wringinanom, Kecamatan Karangploso. Pihaknya juga mengusulkan titik-titik pemberhentian bus harus dekat dengan tempat wisata.
Sebab ada peluang Trans Jatim dipilih wisatawan karena harganya relatif murah. Saat ini, Tri masih menunggu review untuk kecocokan rute. Usulan dari pihaknya sudah disampaikan kepada Dishub Jawa Timur sebulan lalu.
Kini mereka menunggu forum group discussion (FGD) dari Dishub Provinsi untuk memutuskannya. Di tempat lain, Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan Lalu Lintas Angkutan Jalan (UP3 LLAJ) Malang M. Binsar Garchah Siregar menuturkan bahwa FGD baru bisa dilakukan setelah masing-masing Dishub di Malang Raya siap dengan usulannya.
Jadi, saat ini pihaknya masih menunggu dishub lain untuk merumuskan rutenya. Setelah itu baru Dishub Provinsi Jatim bisa melakukan pertemuan komprehensif untuk membahas itu. ”Nanti rutenya kami review bersama, jangan sampai beririsan secara frontal dengan angkutan yang sudah ada,” ujar Binsar.
Pihaknya juga harus melakukan survei dan terjun langsung ke rute yang diusulkan untuk mengecek efektivitasnya. Prioritasnya jelas, apabila Trans Jatim lewat, angkutan yang sudah ada harus diuntungkan. (aff/by)
Editor : A. Nugroho