Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Capai Rp 10 T, Kementerian Pekerjaan Umum Hitung Ulang Nilai Investasi Tol Malang-Kepanjen

Bayu Mulya Putra • Kamis, 26 Februari 2026 | 11:35 WIB

MASIH STUDI KELAYAKAN: Ruas tol yang masuk wilayah Madyopuro bakal dilanjutkan bila rencana proyek Tol Malang-Kepanjen terealisasi.
MASIH STUDI KELAYAKAN: Ruas tol yang masuk wilayah Madyopuro bakal dilanjutkan bila rencana proyek Tol Malang-Kepanjen terealisasi.

KEPANJEN - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) masih berupaya merampungkan studi kelayakan atau feasibility study (FS) untuk proyek Tol Malang-Kepanjen. Selain untuk menentukan trase, dokumen itu juga dibutuhkan untuk mengetahui nilasi investasi yang dibutuhkan.

Sekretaris BPJT Kementerian PU Ni Komang Rasminiati menyebut belum ada nominal terbaru. Berdasar dokumen studi kelayakan tahun 2021 yang saat ini belum dilakukan pemutakhiran, estimasi nilai investasinya berada di angka Rp 10 triliun. ”Angka tersebut masih bersifat indikatif dan akan disesuaikan kembali melalui proses pembaruan FS yang sekarang berlangsung,” sebut dia.

Pembiayaan tol itu masuk dalam skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Bakal ada proses lelang yang nantinya dilakukan setelah FS rampung. BPJT belum membeberkan siapa saja yang sudah berminat. ”Pemerintah akan mengumumkan pelaksanaan lelang investasi jalan tol sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Komang.

Ditempat lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Budiar Anwar menyebut bahwa proyek tol tersebut mengalami FS dua kali karena dua hal. Pertama, Rencana Anggaran Biaya (RAB)-nya terlalu besar. Kedua, pada 2019 lalu terjadi pandemi Covid-19. ”Yang sekarang ini juga sebenarnya kena efisiensi. Makanya FS ulang terkait RAB-nya supaya tidak terlalu besar (kebutuhan dananya),” terang dia, kemarin.

Budiar menyebut bahwa proses penyusunan FS biasanya dibarengi dengan survei lapangan. ”Dari Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum (DJPI) kabarnya akan turun ke Malang awal tahun ini. Tapi sampai sekarang saya tanya bilangnya belum ada jadwal,” keluh dia.

Soal rencana penyambungan ruas tol ke Tulungagung, mantan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang itu mengaku belum mengetahui detailnya. ”Mungkin itu lobi dari daerah masing-masing. Seperti di Jember yang punya rancangan bangun tol juga,” tandas dia. (biy/by)

Editor : A. Nugroho
#jalan tol #kpbu #malang kepanjen #Kabupaten Malang