Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sepanjang Februari, 23 Rumah di Kabupaten Malang Rusak akibat Tiga Bencana Angin Kencang

Aditya Novrian • Sabtu, 28 Februari 2026 | 11:20 WIB

CATAT KERUGIAN PULUHAN JUTA: atap salah satu rumah warga di desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo bocor setelah tersapu angin kencang, 6 Februari lalu. (BPBD Kabupaten Malang for Radar Kanjuruhan)
CATAT KERUGIAN PULUHAN JUTA: atap salah satu rumah warga di desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo bocor setelah tersapu angin kencang, 6 Februari lalu. (BPBD Kabupaten Malang for Radar Kanjuruhan)

KEPANJEN - Sepanjang bulan Februari ini, tercatat ada tiga kejadian angin kencang. Total ada 23 rumah warga yang dilaporkan terimbas. Nilai kerugian materi yang diderita para korban itu mencapai Rp 33 juta. Kejadian terbaru terjadi di Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur pada 23 Februari lalu. Sebanyak 15 rumah dengan 55 orang di dalamnya rusak akibat bencana pada sore hari pukul 16.00 tersebut.

”Kerusakan rumah itu ada di bagian teras rumah. Ada yang kanopinya terhempas, ada juga yang galvalumnya robek,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabu paten Malang Sadono Irawan.

Selain di Rejoyoso, Bantur itu, kejadian serupa juga sempat berlangsung di Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo pada 6 Februari lalu. Serta di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis pada 5 Februari lalu. Sadono mencatat ada 23 rumah yang rusak. Sebanyak 15 di Bantur, tujuh di Pakis, dan satu di Poncokusumo.

”Kebanyakan rusak ringan berupa atap rumah yang terbang atau jatuh kena angin,” kata dia. Untungnya, bantuan berupa kain terpal penutup bagian yang rusak langsung diluncurkan hari itu juga. Disinggung soal berapa banyak kerugian materinya, totalnya mencapai Rp 33 juta. Sadono menyebut kalau nominal tersebut hanya berasal dari dua lokasi.

Di Bantur dialokasikan Rp 30 juta. Sementara di Poncokusumo dialokasikan Rp 3 juta. ”Untuk yang di Pakis kami tidak mendapat laporan dari desa soal kerugiannya. Kemungkinan sudah ditangani sendiri entah oleh keluarga atau desa,” tandas Sadono. (biy/by)

Disunting kembali oleh Afida Rahma Tsabita

Editor : Aditya Novrian
#rusak #angin kencang #Rumah #Kabupaten Malang