KEPANJEN - Tak hanya membangun memorial, Pemkab Malang juga menaruh perhatian pada pemulihan ekonomi keluarga korban Kanjuruhan. Food court pun disiapkan sebagai ruang usaha baru bagi mereka di sekitar Stadion Kanjuruhan.
Bupati Malang H M. Sanusi menjelaskan, penyediaan lokasi usaha tersebut dilakukan karena area Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan tidak diperbolehkan untuk aktivitas jual beli. Karena itu, pemkab menyiapkan tempat khusus yang lokasinya tidak jauh dari kawasan monumen.
Baca Juga: Estafet Kepemimpinan Polresta Malang Kota, Kholis Janji Terus Dampingi Penyintas Tragedi Kanjuruhan
”Karena di area ini (Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan) tidak boleh ada aktivitas jual beli, maka kami sediakan tempat usaha bagi keluarga korban di food court,” ujar Sanusi saat meninjau lokasi pada Sabtu (28/2).
Dia menegaskan, kawasan Gate 13 difokuskan sebagai area memorial. Lokasi tersebut akan difungsikan sebagai museum sekaligus tempat doa bagi keluarga korban dan masyarakat yang ingin mengenang tragedi.
Sesuai proposal Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan (YKTK), museum nantinya akan diisi berbagai barang milik korban beserta identitasnya. Termasuk foto para korban yang akan dipajang pada salah satu dinding bagian dalam museum.
Baca Juga: Merawat Ingatan di Tiga Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania-Arek Malang Gelar Doa Bersama
Pemkab berharap keberadaan museum mampu menjadi ruang edukasi sekaligus pengingat atas tragedi sepak bola yang pernah mengguncang Indonesia. Sehingga peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang.
Saat ini, nama 135 korban jiwa telah terukir pada monumen yang dibangun bersamaan dengan renovasi Stadion Kanjuruhan tahun lalu. Tragedi yang terjadi sekitar 3,5 tahun silam tersebut masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat, terutama keluarga korban. Gate 13 sendiri tercatat sebagai salah satu titik krusial saat insiden berlangsung.
Sanusi berharap pembangunan museum nantinya benar-benar memberi manfaat luas. Tidak hanya bagi masyarakat umum tetapi juga keluarga korban.
”Kami harap Museum Tragedi Kanjuruhan dapat memberi manfaat besar bagi masyarakat umum, terutama keluarga korban,” ucapnya.
Sebagai informasi, renovasi Stadion Kanjuruhan dimulai pada akhir 2023 dengan pelaksana PT Waskita Karya dan Brantas Abipraya. Proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp 357,8 miliar yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU). Setelah pengerjaan berlangsung lebih dari satu tahun, stadion kini telah resmi dioperasikan kembali. (yun/adn)
Editor : Aditya Novrian