KEPANJEN – Berkali-kali diperpanjang, masih saja ada pelajar penerima Program Indonesia Pintar (PIP) yang belum aktivasi rekening. Hingga kini masih ada 1.073 siswa di Kabupaten Malang yang belum aktivasi.
Oleh karena itu deadline aktivasi diperpanjang lagi hingga 13 Maret depan. Perpanjangan langsung diumumkan oleh Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.
Sebelumnya, ada 20.615 surat nominasi penerima PIP tahap akhir. Hingga akhir Februari baru sebagian siswa yang aktivasi. Total ada potensi dana Rp 900 juta yang hangus apabila ribuan siswa tidak segera mengaktifkan rekening PIP.
”Total tahun 2025 dari seluruh tahap, ada 43.091 siswa penerima SK PIP dengan nilai dana mencapai Rp 17 miliar,” ujar Staff Bagian PIP Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Wahyu Mustiko Hadi kemarin.
Dari dana PIP itu, tiap siswa mendapat bantuan Rp 225 ribu untuk kelas satu SD. Sementara kelas 2-6 SD dijatah Rp 450 ribu. Dana langsung ditransfer pemerintah pusat ke rekening masing-masing siswa. Untuk itu, Wahyu selalu rutin bersurat kepada instansi pendidikan untuk menyegerakan siswanya agar aktivasi PIP.
Dia mengatakan, kendala terbesar selama ini ada pada bank aktivasi. Sebab banyak rekening siswa yang pembuatannya perlu waktu karena harus mengecek data. Sedangkan orang tua siswa sering kali tidak mempunyai waktu mengurus karena sibuk bekerja. Padahal apabila akun PIP tidak diaktivasi, dia melanjutkan, jatah siswa hangus.
Setelah aktivasi, dia mengatakan, siswa juga sering kali antre untuk mencairkan. ”Niatnya agar pencairan tidak menumpuk di belakang,” papar Wahyu.
Pihaknya terus menyurati sekolah-sekolah agar memantau siswa untuk aktivasi rekening. Dirinya berharap guru-guru juga proaktif mengajak siswa dan orang tuanya mengurus administrasi. Dengan begitu, lanjutnya, pencairan PIP bisa maksimal dan uangnya tidak kembali ke kas negara.
”Kalau pencairan tidak maksimal juga bisa berpengaruh terhadap kuota PIP tahun berikutnya,” katanya.(aff/dan)
Editor : A. Nugroho