KEPANJEN – Peluang perantauan di Bumi Kanjuruhan untuk mudik ke daerah asal lebih besar dibanding tahun lalu. Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menambah kuota. Sebelumnya menyediakan enam armada bus, tahun ini menjadi tujuh.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang Eko Margianto menyampaikan, antusiasme masyarakat untuk mengikuti program mudik gratis cukup tinggi. Sejak dibuka pada awal pekan lalu, pendaftar sudah ada 70 persen dari kuota 385 kursi.
“Kuota untuk tujuan Pacitan langsung penuh. Tujuan lain yang paling ramai peminat itu Ngawi dan Madura, makanya kami sediakan dua bus,” ujarnya ditemui kemarin (3/3).
Dia menyebut, tahun ini pihaknya menyediakan lima rute dengan tujuh armada bus. Yakni Malang - Bangkalan - Sampang - Pamekasan - Sumenep, Malang - Nganjuk - Madiun - Ngawi, serta Malang - Probolinggo - Situbondo - Banyuwangi. Sedangkan dua rute lainnya yakni Malang - Trenggalek - Ponorogo - Pacitan serta Malang - Probolinggo - Jember - Bondowoso. Masing-masing bus kapasitas 55 penumpang.
Pendaftaran mudik gratis masih dibuka hingga kuota terpenuhi atau maksimal pada 5 Maret depan. Untuk mendaftar, masyarakat perlu fotokopi KTP dan KK kemudian datang langsung ke kantor Dishub Kabupaten.
“Karena menggunakan APBD Kabupaten Malang, maka kami utamakan yang ber-KTP Malang. Tapi tidak menutup kemungkinan, warga luar Malang juga bisa,” kata mantan kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) itu.
Anggaran yang disediakan sekitar Rp 90 juta. Baik untuk bus maupun operasional. Pihaknya juga berencana menggandeng pihak ketiga untuk pemberian goodie bag kepada penumpang.
Mudik gratis tersebut dijadwalkan berangkat pada 17 Maret 2026 sekitar pukul 06.00 di Pendapa Agung Kabupaten Malang. Peserta akan diberi bekal selama di perjalanan. Seperti obat-obatan darurat. Dengan harapan, peserta mudik bisa sampai tempat tujuan dengan sehat dan aman.
Berkaca pada tahun sebelumnya, antusiasme masyarakat dalam menyambut program tersebut terus meningkat. Pada 2024, antusiasme masyarakat bisa dibilang meningkat. Sekitar dua pekan sejak pendaftaran dibuka, kuota penumpang untuk lima bus sudah penuh. Begitu pula pada 2025 yang lalu.(yun/dan).
Editor : A. Nugroho