Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mau Mudik, Sebaiknya Hindari Tiga Jalur ini di Kabupaten Malang

Mahmudan • Kamis, 5 Maret 2026 | 10:46 WIB

BUTUH SOLUSI: Jalan Bandung, Kecamatan Klojen jadi salah satu titik langganan macet pada jam berangkat dan pulang sekolah.
BUTUH SOLUSI: Jalan Bandung, Kecamatan Klojen jadi salah satu titik langganan macet pada jam berangkat dan pulang sekolah.

KEPANJEN – Hindari tiga titik ini jika Anda tidak ingin terjebak macet saat mudik Lebaran nanti. Itu karena ketiga titik tersebut berpotensi dipadati kendaraan arus lalu lintas (lalin). Setidaknya itulah hasil pemetaan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang.

“Di utara ada di Karangploso, yakni dari Karanglo menuju barat ke Kota Batu. Kemudian di timur karena Bromo menjadi favorit, kami prediksi kemacetan ada di Wendit sampai exit tol Pakis. Terakhir di selatan yakni arah menuju pantai,” ujar kepala Dishub Kabupaten Malang Eko Margianto beberapa waktu lalu.

Eko mengatakan, pemetaan tersebut berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Setiap memasuki arus mudik Lebaran, beberapa kawasan tersebut sering dipadati kendaraan, bahkan macet. Kepadatan diperkirakan akan semakin parah saat puncak arus mudik yang diprediksi pada 18 Maret depan.

Disinggung mengenai arus lalin di Malang selatan, dia mengatakan, kemungkinan lebih padat dibanding arus mudik tahun sebelumnya. Apalagi proyek perbaikan dan pelebaran jalan di jalur Gondanglegi-Balekambang belum rampung, sehingga sulit diakses pengendara.

Oleh karena itu, pihaknya mengantisipasi dengan memasang petunjuk arah melalui jalur alternatif. Biasanya, salah satu jalur alternatif menuju pantai yakni melalui Pagak, Sumbermanjing Wetan, atau Donomulyo.

“Kami juga berupaya mengurai kemacetan di jalan dari Talangagung hingga Slorok (Sumberpucung),” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga koordinasi dengan Polres Malang juga terus dilakukan. Koordinasi tersebut diawali dengan rakor lintas sektor yang melibatkan Polres Malang, forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), dan beberapa perangkat daerah (PD) di Pemkab Malang.

“Kami bertugas menyiapkan pospam (pos pengamanan) dan posyan (pos pelayanan). Pos-pos tersebut kami koordinasikan dengan Polres Malang sesuai kesiapan,” ucap mantan kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) itu.

Namun untuk sementara, pihaknya sudah menyiapkan sekitar 218 personel pengamanan di pos-pos tersebut.

Sebagai informasi, terdapat sembilan pos yang disiapkan. Yakni pos terpadu di Karanglo, posyan Jalibar di Kepanjen, dan tujuh pospam. Yakni di Lawang, Karangploso, Poncokusumo, Kromengan, Pujon, Ngantang, dan Kasembon. Pos tersebut ditentukan sesuai pemetaan titik-titik rawan kemacetan.(yun/dan).

Editor : A. Nugroho
#Kabupaten Malang #lalin #dishub #DPMD