KEPANJEN – Pemprov Jatim mematok target tinggi untuk imunisasi anak di Kabupaten Malang. Dari 44.151 anak yang masuk sasaran, ditargetkan 95 persen atau 41.943 anak yang mendapat imunisasi dalam setahun. Namun realisasi selama ini masih rendah. Pemicunya karena faktor ketakutan (selengkapnya lihat grafis).
Terdapat lima jenis imunisasi untuk anak dengan target berbeda-beda. Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) pada bayi yang harus terpenuhi 95 persen. Target tersebut ditetapkan untuk memastikan sebagian besar anak terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Suyatno menyampaikan, untuk mencapai target cakupan imunisasi 95 persen dalam satu tahun, maka rata-rata perlu capaian sekitar 7,9 persen per bulan.
“Sementara capaian imunisasi di Kabupaten Malang hingga saat ini rata-rata kisaran 6,2 persen per bulan untuk setiap antigen,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Dengan demikian, dia menilai perlu percepatan agar target tahunan dapat tercapai. Dia menyebut, upaya peningkatan cakupan juga terus dilakukan. Salah satunya melalui pelayanan imunisasi rutin di posyandu dan fasilitas kesehatan.
Menurutnya, ketersediaan vaksin dan aksesibilitas tidak ada masalah. Namun, salah satu kendala yang membuat capaian imunisasi tersendat adalah ketakutan masyarakat untuk memberikan imunisasi kepada anaknya. Meski begitu, dinkes tetap berupaya meningkatkan capaian IDL hingga mendekati 100 persen. Di antaranya dengan melibatkan lintas sektor. Seperti meminta bantuan sosialisasi kepada perangkat daerah dan mengerahkan mitra-mitra dinkes.
Vaksin yang diberikan ada sembilan. Di antaranya Bacillus Calmette-Guerin (BCG), hepatitis B (HB), Oral Polio Vaccine (OPV) dan Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV), serta Difteri Pertusis Tetanus (DPT)-HB-Hib.
Selanjutnya ada Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV), Measles Rubella (MR), Human Papillomavirus (HPV), serta Tetanus Difteri (Td)/Tetanus Toksoid (TT).
“Vaksin Td/TT tersebut diberikan kepada wanita usia subur dan ibu hamil untuk mencegah tetanus pada ibu dan bayi baru lahir,” kata Yatno.
Vaksin tersebut diberikan kepada anak-anak sesuai jadwal. Misalnya IDL untuk bayi di bawah 1 tahun terdapat enam imunisasi yang harus diterima. Yakni imunisasi hepatitis B sebanyak 1 dosis yang diberikan pada usia 0-7 hari setelah lahir. Kemudian BCG sebanyak 1 dosis untuk melindungi dari tuberkulosis (TBC). OPV sebanyak 4 dosis diberikan secara bertahap untuk mencegah polio. Serta IPV sebanyak 1 dosis sebagai tambahan perlindungan terhadap polio.
Selain itu, dia melanjutkan, imunisasi DPT-HB-Hib diberikan sebanyak 3 dosis untuk melindungi dari difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, dan haemophilus influenzae tipe b. Serta MR sebanyak 1 dosis yang diberikan dalam kurun waktu 1 tahun di satu wilayah untuk melindungi dari campak dan rubela.
“Bagi anak yang belum lengkap imunisasinya, kami berupaya melengkapi melalui kegiatan imunisasi kejar dan sweeping,” pungkasnya.(yun/dan)
Disunting kembali oleh Anna Tasya Enzelina
Editor : Aditya Novrian