TIRTOYUDO - Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo terus berlanjut. Pekan lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono meninjau progres pembangunan sarana dan prasarananya.
Dalam kunjungan tersebut, Trenggono mengevaluasi langsung progres pembangunan KNMP yang terletak di Pantai Sipelot. Meskipun belum tuntas 100 persen, pihaknya memastikan KNMP dibangun sesuai standar supaya dapat berfungsi optimal.
“Saya mencatat sejumlah pekerjaan memang harus segera diselesaikan. Seperti ketersediaan air bersih yang butuh sumur bor. Karena saat ini masih memanfaatkan air payau,” ucapnya. Selain itu, dia melanjutkan, persoalan sedimentasi di area tambatan perahu dan pemecah ombak juga harus segera dituntaskan.
Ada belasan sarpras yang sudah dibangun. Di antaranya cold storage, pabrik es, tambat labuh kapal, shelter pendaratan ikan, kios perbekalan nelayan, bengkel nelayan, docking kapal nelayan, kantor Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), jalan lingkungan, serta revetment dan elevasi lahan. Selain itu juga telah dibangun toilet, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta tandon pengisian air bersih (tandon air).
Meski belum sepenuhnya selesai, Trenggono menyebut beberapa fasilitas sudah beroperasi. Misalnya gedung pabrik es dan gedung cold storage. Namun, sarana Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBBN) masih dalam tahap koordinasi untuk segera dibangun.
Nantinya, pengelolaan KNMP dijalankan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Pujiharjo secara profesional dengan pendampingan dan koordinasi bersama Kementerian Koperasi RI. “Jika kepengurusan dinilai tidak mampu menggerakkan koperasi, bupati bisa melakukan evaluasi dan menggantinya,” kata alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.
Seperti diberitakan, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring menyebut, disiapkan lahan 1 hektare untuk pembangunan KNMP.
“Namun yang akan dibangun sementara sekitar 5.000 meter persegi. Anggaran pembangunannya sekitar Rp 23 miliar,” ucapnya.
Dengan adanya KNMP, dia melanjutkan, produksi ikan yang berpengaruh terhadap pendapatan dan kesejahteraan nelayan berpotensi meningkat. Saat ini, produksi perikanan tangkap di desa tersebut cukup besar. Yakni mencapai 1.500 ton per bulan.
Selain sarana produksi, dia mengatakan, juga ada sarana permodalan bagi nelayan melalui Kopdes Merah Putih. Juga terdapat off taker hasil tangkapan nelayan, baik dari kopdes merah putih maupun swasta. Dengan demikian, nelayan dapat lebih mudah memasarkan hasil tangkapannya. (yun/dan).
Disunting kembali oleh Anna Tasya Enzelina
Editor : Aditya Novrian