KEPANJEN - Fasilitas pendidikan tinggi di Kabupaten Malang bakal bertambah. Kali ini dengan rencana dibangunnya Universitas Brawijaya (UB) Fakultas Vokasi di Dusun Tegaron, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen. Kampus tersebut dibangun di lahan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.
“Sekarang pembangunannya sudah dimulai. Ada 30 hektare lahan milik Kabupaten Malang yang pindah ke Kemdiktisaintek (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) RI,” ujar Bupati Malang H M. Sanusi di Pendapa Panji, Kepanjen beberapa waktu lalu.
Awalnya, lahan tersebut dimanfaatkan untuk perkebunan tebu. Kemarin (9/3), beberapa alat berat sudah beroperasi untuk pemerataan lahan. Lokasi pembangunan juga sudah diberi pagar sebagai pengaman.
Selain UB Kepanjen, dia melanjutkan, penambahan fasilitas pendidikan di Kabupaten Malang ditunjukkan dengan pendirian SMA Taruna Nusantara di Kecamatan Pagak. Untuk masuk ke sekolah tersebut, siswa-siswi bakal diseleksi dengan ketat. Hanya siswa-siswi dengan nilai unggul yang dapat bersekolah di sana.
Orang nomor satu di Pemkab Malang itu menyampaikan, pihaknya akan mendiskusikan dengan pihak universitas supaya mahasiswa jenjang S1 dapat menempati UB Kepanjen. Diperkirakan ada 25 ribu mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan di kampus tersebut. “Perputaran uang di sana (Kepanjen) akan lebih banyak,” kata Sanusi.
Perputaran uang tersebut untuk biaya tempat tinggal yang berupa kos atau kontrakan, makan dan minum sehari-hari, dan keperluan lainnya. Sanusi optimistis keberadaan UB Kepanjen akan mendongkrak sektor Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM). ”Perekonomian juga akan semakin meningkat,” terang politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut.
Sementara informasi yang diperoleh wartawan koran ini, UB di Kepanjen termasuk perluasan kedua di Malang Raya setelah kampus di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau. Kampus di Kepanjen tersebut akan dibangun di lahan dengan luas sekitar 30 hektare. Anggaran yang dikucurkan cukup besar. Yakni sekitar Rp 115 miliar.
“Dulu, akses pendidikan tinggi di Malang selatan sangat sulit. Sekarang akses semakin banyak,” imbuh Sanusi. Dia berharap kualitas SDM di Kabupaten Malang meningkat dan mampu bersaing dengan putra-putri dari daerah lainnya. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho