KEPANJEN – Bumi Kanjuruhan kembali diterpa angin kencang. Minggu lalu (8/3), tiga pohon tumbang dan satu rumah rusak. Lokasinya menyebar. Pohon tumbang terjadi di Kecamatan Kepanjen, Pujon, dan Singosari. Kemudian rumah rusak di Ngantang.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan mengungkap, ketiga pohon tumbang terjadi dalam kurun dua jam, yakni pukul 16.00-18.00. Kejadian pertama diketahui sekitar pukul 16.00. Lokasinya di Desa Tamanharjo, Kecamatan Singosari.
”Kemudian sekitar pukul 17/55 ada pohon tumbang di Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon,” ujar Sadono kemarin.
Setelah itu pukul 18.00 terdapat pohon tumbang lagi di Jalan Raya Pepen, Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen. Sebuah pohon karetan setinggi 10 meter dan diameter 150 sentimeter. Posisi pohon besar tersebut berada di sisi timur jalan lintas Malang-Blitar tersebut.
“Ini karena angin besar, akhirnya pohon itu tumbang,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Trantib Kecamatan Kepanjen Solikin.
Dia mengatakan, angin tersebut berembus dari timur ke arah barat sehingga mengakibatkan pohon tumbang menutupi ruas jalan. Akibatnya, kawasan Jalan Raya Pakisaji-Kepanjen macet parah. Dia memperkirakan, kemacetan sepanjang 2 kilometer dari lokasi kejadian. Selain faktor angin, Solikin menilai akar pohon juga sudah lapuk.
“Tanah di tepi saluran samping pohon itu juga tergerus. Tanah penopangnya berkurang,” sebut dia. Evakuasi pohon oleh BPBD, PMI Kabupaten Malang, pamong desa dan kecamatan serta masyarakat berlangsung sampai pukul 19.45. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, tapi kabel jaringan telepon rusak.
Sedangkan untuk rumah rusak terjadi di Dusun Keweden, Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang. Kerusakan di bagian atap. Kejadian angin kencang tersebut menambah daftar bencana di Malang Barat. Selama delapan hari, tercatat 15 bencana. Terdiri atas 10 di Kasembon, 2 di Ngantang, dan 3 di Pujon. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho