TUMPANG – Sejumlah kios di terminal tumpang porak-poranda akibat amukan angin kencang beberapa waktu lalu. Kemarin (10/3), para pedagang melakukan perbaikan. Mereka mengeluarkan biaya secara swadaya, tanpa melibatkan APBD.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang Eko Margianto menceritakan kronologi rusaknya beberapa kios pedagang di terminal tumpang. Informasi yang dia terima, kerusakan terjadi sejak Sabtu lalu (7/3), tepatnya pukul 17.30.
”Diawali hujan deras disertai angin kencang,” ujar Eko kemarin. Akibatnya, sebuah pohon kersen atau keres setinggi 7 meter dan diameter 80 sentimeter di sisi selatan terminal tumbang. “Pohon tumbang mengenai atap lima kios dan pelatarannya,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Pohon yang tumbang itu menimpa kios-kios yang dikelola Ribut Suprihatin, Kreshandoko, Al Farizi, Lila Sari dan Mustofa. Tidak ada korban jiwa karena bencana terjadi ketika suasana sepi. Juga tidak ada aktivitas naik turun penumpang angkutan pedesaan (angdes) di lokasi.
Atas kejadian itu, pemilik kios menderita kerugian materi sekitar Rp 5 juta. Malam harinya langsung diperbaiki oleh para pedagang. “Kalau tidak ada halangan, dalam waktu dekat ini perbaikan atap dan emperan kios itu selesai 100 persen,” ucap dia.
Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang itu menambahkan, pihaknya tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk memperbaiki sarana dan prasarana (sarpras) di terminal yang difungsikan juga sebagai tempat transit mobil jip Bromo tersebut.
“Para pedagang, melalui paguyuban sepakat memperbaiki sendiri kerusakan,” tandas Eko. Dia mengungkap alasan mengenai perbaikan kios pedagang di terminal Tumpang yang tidak menggunakan APBD 2026.
Selain para pedagang sudah sepakat melakukan perbaikan secara mandiri, pengalokasian anggaran dalam APBD tidak bisa langsung. Harus melalui pembahasan bersama antara eksekutif dan legislatif. Padahal kerusakan baru terjadi pekan lalu dan pedagang butuh perbaikan cepat. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho