Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sekolah Rakyat di Kabupaten Malang Tersendat Listrik-Air

Mahmudan • Rabu, 11 Maret 2026 | 09:57 WIB

TUNGGU INSTRUKSI: Para pelajar di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 47 Singosari menggunakan laptop bantuan pemerintah pusat untuk proses pembelajaran.
TUNGGU INSTRUKSI: Para pelajar di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 47 Singosari menggunakan laptop bantuan pemerintah pusat untuk proses pembelajaran.

BANTUR – Pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) di Srigonco, Kecamatan Bantur menuai kendala. Mulai pasokan listrik untuk alat berat hingga akses air bersih. Kendala tersebut harus dituntaskan agar proyek SR tuntas (selengkapnya lihat grafis)

“Pembangunan SR saat ini sedang berprogres sudah sampai kurang lebih 14-18 persen,” ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang Pantjaningsih Sri Redjeki di Pendapa Panji, Kecamatan Kepanjen beberapa waktu lalu.

Seperti diberitakan, sekolah tersebut akan dibangun di lahan milik Pemkab Malang dengan luas 5,9 hektare. Lahan tersebut terletak di dekat Jembatan Pelangi yang saat ini sedang dilaksanakan pembangunan jalan nasional. Yakni Jalan Gondanglegi-Balekambang.

Anggaran pembangunannya Rp 200 miliar. Dengan rincian Rp 100 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Rp 100 miliar dari Corporate Social Responsibility (CSR).

Grafis Mengulik Progres Sekolah Rakyat
Grafis Mengulik Progres Sekolah Rakyat

Dia memaparkan, proses cut and fill untuk meratakan lahan sesuai kebutuhan sudah tuntas sekitar Januari lalu. Pemasangan tiang pancang juga sudah sesuai dengan Detail Engineering Design (DED) yang disusun.

Disinggung mengenai kendala, dia mengatakan, akan segera mengatasinya. Dari hasil rapat yang difasilitasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang beberapa waktu lalu, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan segera membantu untuk mencukupi kebutuhan listrik selama proses pengerjaan bangunan sebesar 80 kiloVolt-Ampere (kVA).

Selain itu, dia melanjutkan, pihaknya juga mengusulkan supaya PLN juga memenuhi kebutuhan listrik saat operasional SR. Kebutuhannya sekitar 550 kVA.

“Dan itu sudah dilakukan survei. Jadi, kebutuhan tiang listriknya kurang lebih 38 tiang. Saat ini ada 13 tiang, jadi kurangnya itu 25 tiang. Itu yang belum ada,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Dia menyebut, hal tersebut akan dilaksanakan PLN pusat setelah koordinasi dan konsultasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI selaku pengampu pembangunan SR. Untuk diketahui, leading sector pembangunan SR adalah Kemensos, namun pengerjaan infrastruktur dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI.

Pantja mengatakan, dipastikan PLN siap membantu dan saat ini sudah mulai direalisasikan secara bertahap. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, lanjutnya, sementara menggunakan sumur bor dengan kedalaman 100 meter.

Namun demi keberlanjutan, Pemkab Malang melalui Perumda Tirta Kanjuruhan mengusulkan pemenuhan menggunakan skema penyediaan air minum berbasis masyarakat (Pamsimas). Guna mengakses air bersih, pemkab akan mengajukan ke Kementerian PU RI untuk membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan memanfaatkan sumber air yang ada.

“Untuk memenuhi infrastruktur tersebut, kami mengajukan anggaran Rp 6-8 miliar. Beberapa waktu lalu sudah diajukan oleh Perumda Tirta Kanjuruhan kepada Kementerian PU RI melalui Satker Surabaya,” kata Pantja.

Dengan solusi tersebut, diharapkan pembangunan SR Srigonco bisa tuntas pada pertengahan 2026. Sehingga bisa beroperasional sesuai jadwal, yakni Juli 2026 mendatang. (yun/dan).

Editor : A. Nugroho
#Dinsos #Kabupaten Malang #APBN #sr