Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Transaksi QRIS di Kabupaten Malang Didominasi UMKM

Nahdiatul Affandiah • Minggu, 15 Maret 2026 | 15:20 WIB
DIGITAL: Seorang pelanggan UMKM membayar menggunakan QRIS kemarin. NAHDIATUL AFFANDIYAH/RADAR MALANG
DIGITAL: Seorang pelanggan UMKM membayar menggunakan QRIS kemarin. NAHDIATUL AFFANDIYAH/RADAR MALANG

 KEPANJEN – Warga Bumi Kanjuruhan semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital. Itu terlihat dalam data bank Indonesia (BI) Malang. Dalam kurun tiga bulan, BI Malang mencatatkan transaksi pembayaran digital menggunakan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) mencapai lebih dari Rp1 miliar. Sekitar 85 persen di antaranya berasal dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Malang.

Sepanjang 2025 lalu, terdapat 16,1 juta kali transaksi QRIS di Kabupaten Malang. Dengan nominal mencapai Rp 8 triliun. Angka itu meningkat dua kali lipat dibanding jumlah transaksi tahun sebelumnya. Pada 2024 lalu, jumlah transaksi dengan QRIS hanya 9,2 juta dengan nominal Rp3,8 triliun.

Peningkatan yang signifikan itu menjadi tanda berkembangnya UMKM di Kabupaten Malang. Salah satunya dari segi daya beli yang perlahan pulih. Terutama karena opsi pembayaran lebih mudah bagi pelanggan, sehingga pembatalan transaksi bisa diminimalkan.

“Jumlah tenant yang memakai QRIS juga semakin banyak,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Indra Kuspriyadi, kemarin. 

Saat ini total ada sekitar 636 ribu tenant di wilayah Kota Malang dan Kabupaten Malang. Sebanyak 40 persen dari jumlah tenant itu berada di Kabupaten Malang. Meskipun terjadi peningkatan drastis, namun transaksi digital menggunakan QRIS tak sebesar Kota Malang. Hal itu karena mayoritas penduduk Kabupaten Malang masih lebih nyaman transaksi memakai uang tunai. Terutama di pasar-pasar tradisional yang populasi tenant pengguna QRIS masih minim.

Indra memaparkan, berdasar data laporan tahunan, akhir 2024 jumlah UMKM di Kabupaten Malang mencapai 120 ribu. Kemudian bertambah menjadi 160 ribu unit pada 2025 lalu. Dengan potensi UMKM berbasis agro seperti hortikultura, kopi, dan ternak.

Untuk itu, dia melanjutkan, penggunaan QRIS di Kabupaten Malang tak seramai di area perkotaan. Sebab transaksi yang dijalani cenderung melibatkan nominal besar. “Apalagi potensi pariwisata juga besar, tapi letaknya di pesisir pantai selatan,” lanjut Indra.

Menurut dia, akses sinyal yang kurang lancar menjadikan UMKM di sana lebih mengutamakan transaksi dengan uang tunai. Kendati demikian, pihak BI Malang tetap optimistis penggunaan QRIS bisa merata seiring infrastruktur ikut diperbaiki. (aff/dan)

 Baca Juga: Ragam Bukber yang Disuguhkan Hotel-Hotel Selama Ramadan: Bebek Peking hingga Waffle Cokelat Paling Diburu

Disunting ulang oleh Marsha Nathaniela

Editor : mahmudanyudoyono@gmail.com
#UMKM #qris #BI Malang