KEPANJEN – Pemerintah Kabupaten Malang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Senin (16/3). Dalam forum tersebut, Bupati Malang HM Sanusi menekankan agar perencanaan pembangunan disusun secara rasional dan realistis.
Menurut Sanusi, setiap program yang diusulkan harus benar-benar dapat dilaksanakan. Ia mengingatkan agar perangkat daerah tidak menyusun perencanaan yang terlalu muluk tanpa mempertimbangkan kemampuan pelaksanaan di lapangan.
“Perencanaan yang diakomodir harus dapat dilakukan. Perencanaan yang muluk-muluk bukan hal yang bagus,” ujar Sanusi.
Baca Juga: Pemkab Malang Siapkan TPST Raksasa di Dua TPA, Kapasitas Pengolahan Sampah Capai 189 Ton Per Hari
Karena itu, ia mengarahkan seluruh perangkat daerah untuk menyusun rencana kerja yang jelas dan terukur. Mulai dari tujuan program, pelaksana kegiatan, sarana pendukung, hingga hasil yang akan dijadikan bahan evaluasi.
Misalnya dalam upaya meningkatkan perekonomian daerah, seluruh tahapan harus disusun secara rinci. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat memastikan bahwa program yang dirancang benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Selain itu, Sanusi menegaskan bahwa perencanaan pembangunan harus selaras dengan visi dan misi yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang, yakni MAKMUR (Maju, Agamis, Kreatif, Mandiri, Unggul, dan Responsif).
Ia mencontohkan pada aspek unggul, Kabupaten Malang ditargetkan mampu menjadi yang terdepan di berbagai sektor pembangunan. Sementara pada aspek responsif, seluruh aparatur pemerintah diharapkan sigap dalam merespons kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Kaji Pakai Pinjaman untuk Biayai Alun-Alun Kepanjen
“Misalnya jika terjadi bencana, seluruh perangkat daerah harus turun sesuai kemampuan masing-masing. Itu sudah dilakukan di Kabupaten Malang dan hasilnya nyata,” kata Sanusi.
Selain menyoroti perencanaan program, pemerintah daerah juga terus mendorong pemerataan sarana pelayanan publik. Salah satunya di sektor kesehatan dengan membuka peluang investasi bagi rumah sakit swasta.
Saat ini, terdapat rencana pembangunan dua rumah sakit baru di wilayah Kepanjen dan Singosari. Kehadiran fasilitas kesehatan tersebut diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Malang.
“Ke depan juga akan ada Rumah Sakit Bhayangkara di Turen. Kami sudah menyiapkan lahan sekitar lima hektare,” pungkas Sanusi.
Editor : Aditya Novrian