Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

5 Proyek Strategis Nasional Masuk Tahap Penawaran

Aditya Novrian • Senin, 16 Maret 2026 | 13:42 WIB
SEGERA DIPERBAIKI: Tampak depan Pasar Lawang yang sudah lama tak tersentuh perbaikan. Pemkab
memasukkan revitalisasi Pasar Lawang agar bisa didanai pemerintah pusat.
SEGERA DIPERBAIKI: Tampak depan Pasar Lawang yang sudah lama tak tersentuh perbaikan. Pemkab memasukkan revitalisasi Pasar Lawang agar bisa didanai pemerintah pusat.

KEPANJEN – Program Strategis Nasional (Pro-SN) 2026 yang akan dijalankan di Kabupaten Malang terus menunjukkan progres signifikan. Hal itu disampaikan Bupati Malang H M. Sanusi saat rapat koordinasi, sinkronisasi, dan sinergitas pemerintah daerah beberapa waktu lalu.

Sanusi menjelaskan, beberapa proyek infrastruktur akan dilaksanakan melalui skema pembiayaan kreatif. Mengingat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang terbatas tidak mencukupi untuk membangun proyek-proyek besar secara mandiri.

“Lima proyek yang saat ini memasuki tahap penawaran kepada investor antara lain pembangunan masjid negara, penataan Alun-Alun Kepanjen, revitalisasi Pasar Lawang, pengembangan Bromo Vulcania Park, dan pembangunan skytrain,” ujarnya.

Untuk proyek masjid negara, Pemkab Malang menyiapkan lahan seluas sekitar 2 hektare di kawasan Jalur Lingkar Barat (Jalibar), Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen. Sementara Alun-Alun Kepanjen berada di Jalan Panji, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen. Pengembangan Bromo Vulcania Park direncanakan di Kecamatan Poncokusumo, dan pembangunan skytrain akan dilaksanakan di Kecamatan Pakis.

Selain itu, Bupati Malang menyebutkan, dua proyek lain juga sedang dalam progres. Pertama, pengembangan RSUD Kanjuruhan yang kini memasuki tahap finalisasi studi kelayakan. Kedua, pembangunan Jalan Tol Malang-Kepanjen yang saat ini sedang dilakukan pemutakhiran studi kelayakan.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang itu menekankan pentingnya inovasi dari perangkat daerah dan camat melalui gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik/Bersih, Indah). Gerakan ini sesuai arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto.

“Ke depan, setiap kecamatan harus mampu menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama membersihkan lingkungan. Nanti akan diumumkan kecamatan terbersih dan terkotor pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Malang 2026,” tegas Sanusi.

Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, rapat koordinasi juga menyoroti peningkatan sektor pendidikan. Saat ini, Kabupaten Malang telah memiliki SMA Taruna Nusantara di Kecamatan Pagak. Bupati menekankan, pengembangan program sekolah unggulan perlu terus dilakukan, termasuk evaluasi proses pembelajaran. Peran guru menjadi kunci untuk mendorong peningkatan capaian akademik siswa sehingga kualitas pendidikan di daerah dapat terus meningkat.

Dengan kombinasi pembangunan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, dan pendidikan, Pemkab Malang menargetkan kemajuan yang berkelanjutan sesuai program Pro-SN 2026. (yun/adn)

 

Editor : A. Nugroho
#Kabupaten Malang #Bupati Malang #jalibar #APBD