KEPANJEN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan pemantauan hilal serentak di 38 titik di Indonesia, Kamis (19/3) sore. Kabupaten Malang menjadi salah satu lokasi pengamatan untuk menentukan awal bulan Hijriah.
Pemantauan di Malang dipusatkan di Command Center lantai 9 Kantor Bupati Malang, Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen.
Baca Juga: Waspada Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, BMKG Keluarkan Imbauan Antisipasinya
Kepala BMKG Stasiun Geofisika III Malang Ricko Kardoso menjelaskan, berdasarkan data awal, posisi hilal saat matahari terbenam masih berada di bawah kriteria visibilitas yang ditetapkan.
“Matahari terbenam pukul 17.41, sedangkan bulan terbenam pukul 17.50. Ketinggian hilal 1,66 derajat dengan elongasi 5,51 derajat,” ujarnya.
Mengacu pada kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), hilal dinyatakan memenuhi syarat jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Malang 19 Maret 2026, Berpotensi Terjadi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah
Dengan posisi tersebut, peluang hilal untuk teramati dinilai kecil. Jika tidak memenuhi kriteria, maka penentuan awal bulan akan dilakukan dengan metode istikmal, yakni menggenapkan bulan berjalan menjadi 30 hari.
Ricko menegaskan, data yang disampaikan BMKG bersifat prakiraan awal untuk mendukung pelaksanaan rukyatul hilal.
“Informasi ini sebagai panduan awal bagi pelaksana pengamatan hilal,” katanya.
Hasil pengamatan dari seluruh titik nantinya akan dilaporkan dalam sidang isbat yang digelar Kementerian Agama RI pada 19 Maret 2026.
“Keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat,” pungkasnya.
Editor : Aditya Novrian