Nasional Internasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Peristiwa Olahraga Wisata-Kuliner Ekonomi-Bisnis Opini Pendidikan Politik Sosok

Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi Kedua Se-Jatim

Mahmudan • 2026-03-24 11:54:21
INVESTASI: Gedung baru RS Hermina di Desa Mojosari, Kecamatan
Kepanjen segera beroperasi untuk melayani masyarakat.
INVESTASI: Gedung baru RS Hermina di Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen segera beroperasi untuk melayani masyarakat.

KEPANJEN - Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Malang menempati peringkat kedua se Jawa Timur (Jatim) pada 2025. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, pertumbuhan ekonomi pada 2025 mencapai 5,92 persen.

Bupati Malang H M. Sanusi menyebut, pada masa kepemimpinannya, pihaknya fokus membangun infrastruktur untuk mendukung ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Upaya tersebut diyakini membuahkan hasil. “Dengan mudahnya transportasi, termasuk jalan menuju desa maupun jalan sebagai prasarana ekonomi sudah bagus,” ucapnya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang itu menyebut, kemudahan transportasi dapat mengurangi cost produksi. Namun hasilnya tetap maksimal. Sehingga perekonomian dapat tumbuh lebih baik. “Nilai tersebut terus kami tingkatkan. Utamanya dari sektor industri dan produksi,” imbuh Sanusi.

Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026 Dimulai Mei, BPS Kabupaten Malang Antisipasi Penolakan dan Minimnya Partisipasi

Peningkatan tersebut dilakukan dengan menarik minat investor. Tahun lalu dia mengatakan, ada dua rumah sakit besar yang berinvestasi dengan nilai hampir Rp 1 triliun.

Yakni RS Mitra Keluarga di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari. Tepatnya di dekat exit tol Singosari. Serta RS Hermina dibangun di Desa Mojosari, Kepanjen yang peletakan batu pertamanya pada 29 September 2025 lalu. “Nanti juga ada investasi insinerator senilai hampir Rp 3 triliun,” ucap mantan wakil ketua DPRD Kabupaten Malang itu.

Sementara, pihaknya telah menyiapkan lahan sekitar 9 hektare di Kecamatan Pakis, tepatnya sekitar exit tol. Meskipun dengan pembakaran, Sanusi optimistis insinerator tersebut minim menghasilkan polusi. Insinerator direncanakan dapat mengolah hingga 1.000 ton sampah. Baik di Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang. Jika tidak ada aral, pembangunan dapat dimulai tahun ini.

Baca Juga: Terpantau Pasar Tradisional Masih Diminati Konsumen Ditengah Digitalisasi Ekonomi

Terpisah, Kepala BPS Kabupaten Malang Erny Fatma Setyoharini menyampaikan dalam kurun 13 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang relatif stabil dan terjaga di kisaran 5-6 persen. Namun dia mengakui sempat merosot pada 2020 akibat pandemi Covid-19. “Pada 2025, ekonomi Kabupaten Malang tumbuh 5,92 persen yang banyak didorong oleh kinerja industri pengolahan, transportasi, dan sektor jasa. Sedangkan pertanian tetap menjadi basis penting meski rentan faktor iklim,” pungkasnya. (yun/dan)

Editor : A. Nugroho
#bps #Pemkab Malang #rs hermina malang