Nasional Internasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Peristiwa Olahraga Wisata-Kuliner Ekonomi-Bisnis Opini Pendidikan Politik Sosok

Budidaya Ikan dan Udang Ditarget 13,7 Ribu Ton

Mahmudan • 2026-03-24 12:37:35
KEJAR TARGET: Ikan hasil budidaya air tawar diminati masyarakat. Mereka membeli di lapak-lapak pinggir jalan.
KEJAR TARGET: Ikan hasil budidaya air tawar diminati masyarakat. Mereka membeli di lapak-lapak pinggir jalan.

KEPANJEN - Budidaya biota air tawar dan payau di Kabupaten Malang digenjot. Dinas Perikanan Kabupaten Malang menargetkan 13,7 ribu ton ikan dan udang dalam setahun ini. Ikan nila dan lele ditarget jadi yang paling banyak.

Berdasar data 2025 lalu, total hasil budidaya ikan air tawar mencapai 13.264 ton. Sementara target tahun ini dinaikkan sekitar 3,42 persen.

”Kami upayakan budidaya tahun ini mencapai 13,7 ribu ton. Itu termasuk budidaya udang vanamei air payau,” ujar Kepala Dinas Perikanan Victor Sembiring kemarin.

Sementara ini realisasi Januari dan Februari menunjukkan tren positif, yakni 19,4 persen. Terdiri atas 1.270 ton ikan nila, 1.100 ton ikan lele, 130 ton ikan gurame, dan 450 ton ikan mas. Sementara udang vanamei 225 ton.

Dari capaian tersebut, Pemkab Malang memasang harapan terhadap ikan nila dan lele. Hal semacam itu juga sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Dengan mengembangkan sentra budidaya di enam desa.

Meliputi Desa Patokpicis dan Sukoanyar di Kecamatan Wajak, Pandanajeng di Kecamatan Tumpang, Bangelan di Kecamatan Wonosari), Sananrejo di Kecamatan Turen, dan Sumberngepoh di Kecamatan Lawang Victor mengatakan, tahun ini pihaknya bakal memberikan bantuan untuk budidaya dua jenis ikan tersebut. Dananya berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) senilai Rp 1,9 miliar. Ada enam kegiatan yang memakai dana tersebut.

“Ada budidaya nila sistem bioflok sebanyak 5 paket, kampung budidaya nila 3 paket. Kemudian budi daya lele sistem aquaponik atau integrasi dengan tanaman 2 paket, budidaya lele air mengalir 4 paket, lalu budidaya lele integrasi dengan budidaya magot 2 paket,” sebut dia. Terakhir, pengadaan pakan Mandiri 1 paket. 

Dia mengatakan, ikan nila menjadi komoditas yang paling banyak didapati padaperikanan tangkap air tawar. Dengan angka 2,68 ton pada Januari sampai Februari lalu. Akan tetapi, khusus ikan nila tangkap, tidak ada target. “Kalau tangkap menyesuaikan dengan keadaan perairan tempat satu nelayan itu mencari ikan,” tandas Victor. (biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#Budidaya Ikan #Dinas Perikanan #Kabupaten Malang