Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Strategi Menghidupkan Pasar Sumedang Kabupaten Malang

Indah Mei Yunita • Kamis, 26 Maret 2026 | 09:37 WIB
SUDAH DIREVITALISASI: Bangunan megah Pasar Sumedang belum ramai pedagang. Pemkab berencana menghidupkan pasar tersebut.
SUDAH DIREVITALISASI: Bangunan megah Pasar Sumedang belum ramai pedagang. Pemkab berencana menghidupkan pasar tersebut.

KEPANJEN - Berbagai cara dilakukan Pemkab Malang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya dengan menghidupkan pasar tradisional yang sepi. Salah satunya adalah Pasar Sumedang. Belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Pengamatan Jawa Pos Radar Kanjuruhan kemarin, pasar yang terdiri dari tiga lantai itu belum dimanfaatkan maksimal. Hanya satu lantai, yakni di lantai dasar yang digunakan pedagang. Itu pun belum secara keseluruhan. Hanya beberapa kios yang terisi.

Sedangkan di lantai dua dan tiga penuh debu dan kotoran. Pedagang masih banyak yang menempati tempat penampungan sementara di bagian belakang pasar. “Secara umum, gedungnya tidak perlu direvitalisasi. Ini masih baru,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang Asri Lutfiatunnisa beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, Pasar Sumedang dibangun sejak 2017 lalu. Selama lima tahun, para pedagang berjualan di tempat penampungan sementara. Kemudian pada 2022, pasar mulai difungsikan meski belum diresmikan. Sebab, kunci dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang sudah diserahkan agar pedagang dapat langsung menempatinya.

Insya Allah tahun ini akan ada pengembangan pengelolaannya, supaya Pasar Sumedang bisa semakin hidup,” kata Asri yang merangkap sekretaris disperindag itu.

Salah satu strategi yang dilakukan yakni memusatkan kegiatan pasar Lebaran di Pasar Sumedang selama dua hari pada 13-14 Maret 2026 lalu. Dengan harapan, masyarakat semakin mengenal pasar tersebut. Sehingga mereka menjadikan Pasar Sumedang sebagai opsi berbelanja. “Jadi, masyarakat tidak hanya mengenal yang di belakang, tetapi juga yang di depan (bangunan baru, red),” ucap pejabat eselon III A Pemkab Malang itu.

Tahun-tahun sebelumnya, pembangunan Pasar Sumedang terkendala Covid-19. Biaya pengerjaan menghabiskan Rp 40 miliar, namun penganggarannya bersifat multiyears (tahun jamak). Seharusnya, tiap tahun penganggarannya bersifat gelondongan lewat proses lelang. Namun anggaran pemerintah mengalami refocusing sehingga untuk finishing, pembangunan terpaksa dilaksanakan berangsur.

Pada 2020-2021 pun tidak ada penganggaran untuk pembangunan Pasar Sumedang. Berdasar data di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Malang, anggaran untuk revitalisasi Pasar Sumedang terakhir dikucurkan pada 2022. Yakni untuk pembangunan pagar dan sarana prasarana pendukung Pasar Sumedang dengan nilai kontrak Rp 1,11 miliar. (yun/dan).

Editor : A. Nugroho
#pasar sumedang #Disperindag #Kabupaten Malang #DPKPCK