PAKIS – Setelah Lebaran, Erwin asal Dusun Bugis Krajan, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis dilanda bencana. Atap rumahnya ambruk sesaat setelah guyuran hujan deras pada Rabu lalu (25/3). Kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah.
Hingga kemarin (26/3), rumah korban masih dalam tahap pembersihan oleh warga. Mereka bersama tim badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Malang bergotong royong membersihkan puing sisa reruntuhan. Tampak pecahan genting dan patahan kerangka atap memenuhi tiap ruang. Diduga kuat, robohnya atap struktur kerangka sudah lapuk, kemudian diguyur hujan deras.
“Pada hari Rabu itu memang terpantau hujan deras sejak pukul 16.00,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin.
Selang dua jam, dia melanjutkan, masuk laporan atap rumah milik Erwin sudah ambruk di bagian ruang tengah dan kamar tidur serta kamar mandi yang tidak bisa ditempati. Setelah diperiksa, kondisi bangunan sudah lapuk dan usia bangunan juga sudah lebih dari 10 tahun.
Sehari-hari, rumah milik Erwin itu dihuni empat orang. Sementara ini mereka mengungsi di rumah saudara. Sebab kondisi bangunan lapuk dikhawatirkan ada yang ambruk lagi saat hujan datang.
Sadono menambahkan, perkiraan bencana hidrometeorologi masih berlangsung hingga akhir Maret nanti. Sebab Kabupaten Malang masih kerap dilanda hujan deras dan angin kencang. Apalagi saat ini sudah tidak ada pesawat rekayasa cuaca bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk merekayasa hujan.
“Karena termasuk puncak musim hujan, jadi sebaiknya masyarakat lebih berhati-hati,” lanjut Sadono.
Setelah nanti hidrometeorologi berakhir, dia melanjutkan, prediksi bencana langsung disambung potensi kekeringan. Diperkirakan hujan mulai berhenti awal April depan. Untuk masyarakat rawan bencana, Sadono mengimbau agar lebih berhati-hati.
Pihaknya menggandeng Desa Tangguh Bencana (Destana) untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat di daerah rawan bencana. Yaitu dengan rutin melakukan pelatihan dan sosialisasi mengatasi bencana dan keadaan darurat. (aff/dan)
Editor : Mahmudan