DAMPIT – Pohon tumbang di Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit mengganggu arus lalu lintas. Jalur lintas selatan (JLS) Malang-Lumajang sempat tidak bisa dilewati akibat ruas tertutup batang pohon, Kamis lalu (26/3). Hasil pemeriksaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengungkap bahwa pohon jenis legian tumbang akibat guyuran hujan deras.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menjelaskan, kawasan Bumirejo memang diguyur hujan dengan intensitas lebat disertai angin sejak pukul 17.00 sampai 18.30. Keadaan lalu lintas juga masih cukup ramai karena masih dalam suasana libur Lebaran.
Kemudian sekitar pukul 18.41, pohon legian setinggi 8 meter dengan diameter 60 sentimeter tumbang.
“Tapi kami baru mendapat laporan sekitar pukul 19.00. Setelah itu kami langsung melakukan penanganan,” terang Sadono kemarin.
Baca Juga: Longsor dan Pohon Tumbang Tutup Jalan Alternatif di Kedungkandang
Karena ukuran pohon tersebut, lanjutnya, satu jalan penuh tertutup hingga mengakibatkan lalu lintas terhambat. Namun tidak ada korban jiwa dan kerugian materi dari kejadian tersebut. Selain karena cuaca, lanjutnya, petugas juga mendapati adanya lapuk di bagian akar pohon.
Penanganan dilakukan dengan menerjunkan 6 personel. Mereka dilengkapi peralatan seperti gergaji mesin. Pada saat penanganan, hujan masih berlangsung walau masih hanya berupa gerimis.
Sadono menyebut, evakuasi pohon terganjal dengan penerangan yang minim. Sehingga membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk membersihkan pohon tersebut.
Baca Juga: Pohon Tumbang Blokade Jalur Karangkates-Donomulyo Kabupaten Malang
“Sekitar pukul 19.50, evakuasi baru selesai. Lalu lintas juga cepat lancar,” kata dia.
Berdasar data BPBD, kejadian Kamis malam merupakan kali kedua di Jalan Raya Malang-Lumajang. Sebelumnya, tepatnya pada 11 Januari lalu, pohon trembesi tumbang di JLS kawasan Desa Pamotan, Kecamatan Dampit. Penyebabnya sama, yakni akar pohon lapuk kemudian tumbang ketika diterpa hujan disertai angin.(biy/dan)
Editor : A. Nugroho