TAJINAN – Operasional fasilitas kesehatan (faskes) tingkat desa melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sulit diterapkan secara mandiri. Oleh karena itu, butuh pendampingan profesional untuk operasional apotek dan klinik desa. Utamanya untuk apoteker maupun asisten apoteker.
Ketua KDMP Randugading Crah Handayani mengatakan, untuk menjalankan apotek, pihaknya akan menggandeng Kimia Farma sebagai investor.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Biayanya pasti besar, terutama untuk gaji apoteker dan asisten apoteker. Belum lagi pengadaan obat-obatnya,” ucapnya ditemui beberapa waktu lalu.
Obat-obatan yang disediakan di apotek KDMP juga akan berbeda dengan apotek besar di perkotaan. Sebab, sasaran konsumennya adalah masyarakat di sekitar desa yang membutuhkan obat-obatan pertolongan pertama.
“Kami menjual obat-obat yang bebas beredar di pasar. Biasanya yang ada label berwarna hijau,” imbuhnya.
Sementara operasional klinik desa bekerja sama dengan polindes. Saat pagi ada praktik polindes, sorenya klinik milik KDMP Randugading. Namun klinik tersebut berbayar dengan harga terjangkau. Sehingga masih jarang pasien yang berobat di klinik tersebut.
Dia mengatakan, kerja sama dengan pihak ketiga tidak hanya dilakukan untuk faskes. Dia juga bekerja sama dengan Indogrosir untuk operasional Omi Mart. Yakni minimarket yang menyediakan sembako, alat tulis kantor (ATK), hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Produk UMKM lokal juga dijual di minimarket tersebut.
Dia menyampaikan, salah satu tantangan operasional Omi Mart yakni lokasinya yang berada di tikungan, meskipun jalan besar. Tidak jauh dari minimarket tersebut juga ada minimarket lain yang lebih dulu populer. Sehingga yang datang ke unit usaha tersebut tidak terlalu ramai.
Sebagai informasi, sekitar September 2025 lalu, pihaknya mendapat pinjaman Rp 1 miliar dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Pinjaman tersebut dimanfaatkan untuk modal usaha Rp 880 juta, sedangkan sisanya Rp 120 juta untuk investasi atau membeli barang yang dapat dimanfaatkan. Seperti rak dan penyekat gerai. (yun/dan).
Editor : A. Nugroho