Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Suami-Istri Asal Malang Cekcok, Rumah Hangus Terbakar

Biyan Mudzaky Hanindito • Rabu, 1 April 2026 | 14:05 WIB
KEBAKARAN: Tim Damkar Kabupaten Malang memadamkan kobaran api yang menghanguskan rumah sekaligus gudang rongsokan di RT 01 RW 01 Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen kemarin (31/3).
KEBAKARAN: Tim Damkar Kabupaten Malang memadamkan kobaran api yang menghanguskan rumah sekaligus gudang rongsokan di RT 01 RW 01 Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen kemarin (31/3).

 

 

KEPANJEN – Kobaran api menghanguskan rumah sekaligus gudang rongsokan di Gang Bawang RT 01 RW 01 Kelurahan Ardirejo, Kepanjen kemarin (31/3). Kebakaran diduga akibat ulah pemilik rumah, Sopi’i alias Sopik, 49. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 200 juta.

Beberapa jam sebelumnya, Sopik cekcok dengan istrinya, Sundari, 44. Informasi yang dihimpun menyebut bahwa Sopik sengaja membakar rumahnya sendiri.

”Informasi dari warga, dia sengaja membakar bangunan tersebut,” ujar Kapolsek Kepanjen Kompol Subijanto seusai kejadian kemarin (31/3).

”Keterangan sementara yang kami dapati, yang bersangkutan (Sopik) mengalami gangguan jiwa,” tambah perwira polisi dengan satu melati di pundaknya itu.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 10.00. Asap tebal disertai kobaran api menyelimuti kawasan padat penduduk dengan gang sempit tersebut. Dalam pengamatan wartawan koran ini di lokasi sekitar pukul 11.45, warga sudah menyemut di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), menyaksikan tiga unit mobil pemadam bersama puluhan personel Damkar Satpol PP Kabupaten Malang tengah beraksi.

Meski kebakaran sejak pukul 10.00, damkar baru menerima laporan sekitar pukul 10.50. Komandan Regu (Danru) 3 Damkar Satpol PP Kabupaten Malang Muhammad Samsul Bahtiar mengatakan, informasi awal yang masuk adalah kebakaran mobil. Tapi ternyata, bangunan rumah yang dipakai sebagai gudang. “Di dalamnya ada tumpukan plastik, juga beberapa kaleng-kaleng seperti bekas cat semprot,” kata dia.

Banyaknya barang rongsokan itu menyulitkan petugas untuk memadamkan api yang membakar ruangan seluas 5 x 6 meter persegi tersebut. Sopik tidak terlihat di lokasi kejadian. Yang ada hanya Sundari. Dia menangis di rumah tetangganya.

Sundari mengaku tidak sedang di lokasi. Melainkan berada di sebuah katering tempatnya bekerja. Tapi sebelum kejadian telah terjadi cekcok rumah tangga antara dia dan Sopik.

“Akhir-akhir ini sering berkelahi sama saya, pukul 02.00 saya tinggal kerja. Pas kejadian itu, hanya ada suami saya dan anak saya, MI, 12,” kata Sundari.

Sundari mengetahui adanya kebakaran setelah dihubungi anak sulungnya, MI. Berdasar cerita MI kepada Sundari, malam itu Sopik mengamuk dan mengusir MI. Dalam kondisi menangis itu MI menelepon ibunya, Sundari. Sekitar pukul 10.00 Sundari kembali ke rumah dan menyaksikan kediamannya sudah dilalap si jago merah.

Kepada wartawan koran ini, MI mengaku telah menyaksikan ayahnya mengamuk sambil membawa bensin. Mendapati kondisi rumah sudah terbakar dan anaknya menangis, Sundari langsung melapor ke Polsek Kepanjen.

Informasi yang dihimpun di lokasi, Sopik yang bekerja sebagai pengumpul rongsokan dan tukang cosplay pocong di Stadion Kanjuruhan itu mengalami gangguan jiwa. Sejumlah warga membenarkan bahwa Sopik dan Sundari sudah sering cekcok sejak sebulan lalu.

Mislilik, 45, salah satu tetangga menyebut bahwa sebelum terjadi kebakaran sempat terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Sampai sebelum istrinya Sopik itu kerja, ada pukul-pukulan. Habis itu ditinggal kerja, dan pada saat itu dia menyiram bensin,” dia.

Tetangganya yang lain, Candra mengaku pernah menjadi korban pemukulan Sopik.  

“Waktu itu api sudah besar dan ada banyak orang yang datang sama saya. Saat mau memadamkan, pak Sopik ngamuk-ngamuk dan saya dipukul,” ucap dia.(biy/dan)

Editor : Mahmudan
#kebakaran #Bencana malang #BPBD