Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

AI Punya Andil Perkara Bullying Anak di Kabupaten Malang  

Indah Mei Yunita • Jumat, 10 April 2026 | 10:35 WIB
MENEGANGKAN: Bullying sering terjadi di kehidupan sekitar kita
MENEGANGKAN: Bullying sering terjadi di kehidupan sekitar kita

 

KEPANJEN - Perundungan terhadap anak melalui media sosial (medsos) terus ditekan. Salah satunya melalui sosialisasi dan edukasi ke sekolah. Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang juga bekerja sama dengan forum anak di SMP dan SMA.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo mengatakan, masih ada beberapa kasus bullying atau perundungan di sekolah. Baik secara langsung maupun melalui media sosial.

“Kami memberi pelayanan kepada anak-anak yang menjadi korban bullying, baik secara langsung atau dilakukan melalui ponsel,” ujar Arbani kemarin (9/4).

Pejabat eselon II Pemkab Malang itu menjelaskan, perundungan yang dilakukan secara langsung maupun melalui medsos dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental anak. Sehingga kasus tersebut menjadi perhatian bagi pemerintah daerah untuk segera ditangani.

“Bentuk perundungan lewat medsos, misalnya ada anak menunjukkan foto dirinya menggunakan baju baru, kemudian foto anak ini diedit oleh netizen menjadi foto yang tidak seharusnya," jelasnya.

Dia menyebut, keberadaan Artificial Intelligence (AI) yang mudah diakses sering disalahgunakan untuk menyunting foto yang seharusnya baik-baik saja menjadi tidak layak. Hal tersebut menjadi salah satu alat untuk merundung orang lain dan berpengaruh terhadap kesehatan mental korban.

Oleh karena itu, dia melanjutkan, upaya DP3A Kabupaten Malang untuk menekan kasus perundungan yakni melalui sosialisasi dan edukasi dampak gawai terhadap kesehatan mental anak. Dalam edukasi tersebut, pihaknya mengaku tidak dapat bergerak sendiri. Mereka bekerja sama dengan forum anak di Kabupaten Malang untuk turut memberikan edukasi ke sekolah.

“Kami bangun jejaring dan bekerja sama dengan forum anak yang pengurusnya dari anak-anak tingkat SMP dan SMA sederajat,” kata mantan kepala dinas kesehatan (dinkes) itu.

Namun, lanjutnya, belum semua sekolah memiliki forum anak. Sebab, forum tersebut dibentuk melalui kesadaran sekolah terhadap besarnya dampak ponsel bagi kesehatan mental anak. “Tergantung dari sekolahnya, ada peduli dan ada yang tidak,” pungkasnya.(yun/dan).

Editor : Mahmudan
#AI #Bullying #Pendidikan Malang