PONCOKUSUMO – Melonjaknya jumlah kunjungan wisatawan selalu berbanding lurus dengan tingginya volume sampah di area wisata. Itulah yang dialami wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Senin lalu (6/4), petugas Balai Besar (BB) TNBTS melakukan pembersihan di wisata Gunung Bromo. Hasilnya, tim mengangkut 900 kilogram sampah. Meski angkanya tinggi, tetapi menurun dibanding high season tahun lalu.
Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Septi Eka Wardhani mengatakan, pembersihan lebih banyak di area yang masuk di wilayah Kabupaten Malang. Tepatnya Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo.
“Area pembersihan kami dalam sehari itu meliputi Lautan pasir, parkiran jip, pura luhur ponten, Bungkah, Widodaren, Jemplang, Watugede, Bantengan, Savana Lembah Watangan, dan sekitarnya,” ujar Wardhani kemarin.
Ada 128 personel yang diterjunkan. Gabungan dari internal BB TNBTS dan beragam pelaku wisata seperti sopir jip bromo, dan pedagang. Polisi hutan juga ikut. Mereka menyisir sampah di berbagai area sejak pagi hingga siang.
Untuk kawasan lautan pasir, pura, dan parkiran mobil jip terkumpul 425 kilogram sampah. Kemudian Bungkah dan Widodaren terangkut 115 kilogram sampah. Lalu kawasan Jemplang, Watugede, Bantengan, dan Watangan dihasilkan sampah 225 kilogram. Sementara Penanjakan Bromo ditemukan 198 kilogram sampah.
“Semuanya sampah dari libur wisatawan libur Lebaran sampai Paskah beberapa hari lalu,” kata dia.
Sampah yang hampir mencapai 1 ton itu kemudian dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Paras, Kecamatan Poncokusumo.
“Lebaran dan Paskah tahun 2025 menghasilkan sampah 5 ton. Dengan area pembersihan yang sama, ketambahan Lemah pasar dan Kedaluh,” kata perempuan yang pernah menjabat Kabag Tata Usaha (TU) BB TNBTS itu.
Dengan demikian, dia melanjutkan, ada pengurangan 4.037 kilogram atau 4,3 ton sampah dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Selama dua tahun pihaknya mencatat penurunan produksi sampah yang signifikan.
“Kami melihat kesadaran masyarakat sudah semakin membaik untuk tidak membuang sampah sembarangan,” kata dia. (biy/dan)
Editor : Mahmudan