Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Desa Ganjaran Malang Butuh Tambahan Dapur MBG

Indah Mei Yunita • Jumat, 10 April 2026 | 16:40 WIB
SEGERA DIBANGUN: Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib (tengah) meninjau lahan untuk SPPG di Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi kemarin (9/4).
SEGERA DIBANGUN: Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib (tengah) meninjau lahan untuk SPPG di Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi kemarin (9/4).

 

 

GONDANGLEGI – Banyak faktor yang memicu rendahnya kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain tidak mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), beban Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga terlalu berat. Misalnya satu SPPG memproduksi lebih dari 3.000 porsi.

Hal itu bisa terjadi karena minimnya jumlah SPPG di masing-masing area. Kecamatan Gondanglegi misalnya, hanya mempunyai 10 SPPG.

”Seharusnya membutuhkan 15 SPPG,” ujar Camat Gondanglegi Ahmad Muwassi' Arif kemarin.

Dia mengatakan, perlu ada penambahan jumlah SPPG di wilayahnya. “Contohnya di Desa Ganjaran, saat ini beroperasi dua SPPG. Namun mereka melayani sekolah formal. Sedangkan untuk melayani santri di pondok pesantren masih belum ada,” ucapnya kemarin (9/4).

Sebagai informasi, Desa Ganjaran disebut sebagai desa santri. Ada 25 pondok pesantren (ponpes) yang masih eksis sampai sekarang dengan jumlah sekitar 3.000 santri. Oleh karena itu, , salah satu ponpes, yakni Ponpes Mansyaul Ulum mengusulkan membangun satu SPPG lagi. Letaknya di Dusun Ganjaran Selatan, Desa Ganjaran.

“Nanti SPPG milik yayasan itu tidak hanya melayani santri di dalam ponpes saja, tetapi juga santri di sekitarnya sesuai kuota,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pesantren Mansyaul Ulum Badrul Arifin mengatakan, dia menyediakan lahan seluas 7.000 meter persegi. Tata lokasi untuk bangunannya akan menyesuaikan. Lahan tersebut sudah ditinjau oleh Wakil Bupati (Wabup) Malang dan perwakilan dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Pangan RI kemarin (9/4).

“Kalau sudah terealisasi, SPPG-nya bisa melayani 300 santri di sini. Selain itu, juga santri di ponpes lain,” ujar Lathifah di sela meninjau lokasi.

Jika ditotal, pihaknya menarget bisa melayani 3.000 penerima manfaat. Utamanya santri di ponpes salaf. Tidak hanya Desa Ganjaran, dia melanjutkan, desa lain di sekitar juga akan dilayani jika masih memungkinkan.

Saat ini pihaknya mulai menyiapkan dokumen persyaratan untuk pembangunan SPPG. Pembangunannya diharapkan dapat segera terealisasi.

“Kami harap SPPG ini bisa menjadi percontohan,” kata dia.

Total di Kabupaten Malang ada 199 SPPG. Jumlahnya akan terus bertambah. Sebab Pemkab Malang menargetkan 275 SPPG. Masing-masing SPPG melayani 3.000-4.000 penerima manfaat yang jaraknya masing-masing maksimal 4-6 kilometer. (yun/dan).

Editor : Mahmudan
#kesehatan malang #Dapur MBG #Pendidikan Malang