Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Batik Seng Kabupaten Malang Hasilkan Motif Kembang Srengenge

Indah Mei Yunita • Sabtu, 11 April 2026 | 12:07 WIB
KHAS MALANG: Pekerja Griya Batik Seng, Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen memberi warna di kain batik garudeya kemarin.

 
KHAS MALANG: Pekerja Griya Batik Seng, Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen memberi warna di kain batik garudeya kemarin.  

KEPANJEN - Motif menjadi ciri khas seni batik. Hal itu pula yang menjadi acuan Griya Batik Seng, Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen. Batik tersebut sudah berhasil menciptakan belasan motif yang terdaftar Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Penanggung Jawab Griya Batik Seng Evi Wahyu Astutik mengatakan, motif-motif yang menjadi khas Griya Batik Seng terinspirasi dari tanaman di sekitarnya. 

”Motif awal kami itu eceng gondok atau kami sebut motif egon. Itu karena di sini banyak eceng gondok,” ujar Astutik beberapa waktu lalu. ”Motif itu pernah dipesan untuk seragam umrah,” tambahnya.

Tanaman eceng gondok tersebut dikreasikan menjadi beberapa motif lainnya. Di antaranya egon sinaran, egon menari, dan egon komes. Selain itu, dia melanjutkan, juga ada motif yang diciptakan yang terinspirasi dari bunga matahari atau kembang srengenge.

“Dari kembang srengenge itu, kami menciptakan tiga motif. Salah satunya sinar matahari pagi,” kata perempuan berusia 40 tahun itu. Biasanya selain membeli motif yang sudah menjadi ciri khas Griya Batik Seng, konsumen juga meminta dibuatkan motif tertentu. Sesuai kelompok masyarakat atau lembaga yang memesan. Misalnya dinas perikanan memesan batik dengan motif ikan-ikan sedangkan dinas peternakan dengan motif hewan-hewan ternak.

Namun untuk instansi pemerintah, dia melanjutkan, pesanan tetap ada motif garudeya yang menjadi ikon Kabupaten Malang. Meski bukan hasil ciptaannya, tetapi motif tersebut sudah menjadi milik Kabupaten Malang. Motifnya diambil dari relief Candi Kidal. Sehingga terkesan lebih formal dibanding motif natural lainnya. 

Sedangkan untuk pesanan personal, biasanya ada opsi motif-motif yang mencerminkan daerah Malang. Misalnya keanekaragaman tumbuhannya. “Kadang ada juga yang membawa desain sendiri, tetapi kebanyakan kami yang mendesain,” imbuhnya.

Sebagai informasi, pada hari biasa Griya Batik Seng setiap bulannya produksi 500 lembar batik dengan berbagai ukuran. Pesanan tersebut datang dari berbagai kalangan. Mulai dari perorangan, lembaga swasta, hingga instansi pemerintah. Mereka rata-rata berasal dari Malang Raya. Ada juga pesanan dari luar Kabupaten Malang yang memesan melalui marketplace. (yun/dan)

Editor : A. Nugroho
#Griya Batik Seng #batik #malang #hki