SINGOSARI, RADAR MALANG – Angin kencang disertai puting beliung menerjang Dusun Purworejo, Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Sabtu sore (11/4). Akibatnya, 10 rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap.
Peristiwa tersebut terjadi setelah wilayah setempat diguyur hujan deras sejak siang hari. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi mulai turun sekitar pukul 12.00 disertai angin kencang.
Kondisi itu kemudian memburuk menjelang sore. Sekitar pukul 14.45, angin berubah menjadi pusaran dan membentuk puting beliung. ”Berdasarkan keterangan kepala dusun, arah angin bergerak dari selatan ke utara,” ujar Sadono.
Hujan baru mereda sekitar pukul 15.05. Namun, dalam rentang waktu tersebut, angin kencang sudah lebih dulu menyebabkan kerusakan pada rumah warga. Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap yang terlepas dan terbawa angin.
Tim BPBD Kabupaten Malang turun ke lokasi pada pukul 16.38 untuk melakukan asesmen. Hasil pendataan menunjukkan kerusakan terkonsentrasi di RT 1, 2, 3, dan 5 RW 3 Dusun Purworejo.
Dari total 10 rumah terdampak, delapan unit mengalami kerusakan ringan, sedangkan dua lainnya rusak sedang. Meski demikian, tidak ada warga yang harus mengungsi.
”Total ada 33 warga terdampak. Untuk sementara mereka masih bertahan di rumah masing-masing,” jelasnya.
BPBD memperkirakan total kerugian akibat kejadian tersebut mencapai sekitar Rp 65 juta. Kerugian berasal dari kerusakan bangunan, terutama atap rumah yang rusak atau hilang.
Upaya pembersihan material sempat tertunda karena hujan masih turun hingga malam hari. Warga baru bisa melakukan kerja bakti keesokan harinya.
”Pembersihan dilanjutkan pagi hari dan siangnya sudah selesai,” tambah Sadono.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD bersama pihak terkait telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Bantuan tersebut meliputi 10 paket sembako, enam lembar terpal, tiga paket kebersihan, satu paket sandang, dua paket untuk lansia, serta family kit.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan. (biy/adn)
Editor : Aditya Novrian