KEPANJEN - Rekrutmen siswa baru di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 47 terus berjalan. Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang menjaring 12 ribu anak yang berpotensi masuk sekolah rakyat. Terdiri atas 12 ribu anak usia SMP, 682 anak usia SMA, dan 29 bocah usia SD.
Ribuan bocah tersebut bakal diseleksi lagi. Sebab tahun ini SRT 47 hanya bisa menampung 225 siswa. Itu bakal dikonsentrasikan tinggal di SRT baru Desa Srigonco, Kecamatan Bantur.
Sebelumnya, tercatat 541.493 warga yang tercantum pada data desil 1 dan 2 di Data Tunggu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Lalu data usia anak pada desil 1 dan 2 tercatat 130.221 jiwa atau 24 persen dari jumlah penduduk pada desil 1 dan 2. Sementara data usia anak awal masuk pada jenjang SD 6-7 tahun, SMP 12-13 tahun, dan SMA 15-16 tahun mencapai 35.395.
“Sudah ketemu 19.355 ribu ATS (anak tidak sekolah), lalu mengerucut jadi 12 ribu anak. Itu setelah dipadankan dengan data desil 1 dan 2,” ujar Kepala Dinsos Kabupaten Malang Pantjaningsih Sri Redjeki kemarin.
Terkait perekrutan, pihaknya juga masih menunggu instruksi Kementerian Sosial (Kemensos). Saat ini Pantja hanya bisa menyiapkan data awal dengan pemadanan data anak usia sekolah, data anak awal masuk sekolah, dengan data Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Dia mengatakan, tahun ajaran baru 2026/2027 bakal dimulai pada Juli depan. Itu bertepatan dengan target rampungnya pembangunan gedung SR permanen di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. Sebab setelah pembangunan selesai, lanjutnya, seluruh siswa SRT 47 Malang bakal langsung diboyong ke gedung baru.
Sementara itu, gedung lama SRT 47 tidak muat lagi apabila ditambah murid baru. Sebab kapasitasnya hanya untuk 100 siswa. “Pantauannya sudah hampir satu tahun pembelajaran. Tentu sikap mereka sudah jauh lebih baik dibanding saat pertama datang,” ujar Kepala SRT 47 Warsito.
Warsito menjelaskan, siswanya berasal dari keluarga miskin ekstrem. Oleh karena itu, latar belakang dan karakter siswa beragam sehingga butuh penyesuaian yang lama agar mereka bisa belajar maksimal seperti sekarang.
Dia menegaskan, SRT 47 di Kabupaten Malang baru dibuka pada September 2025. Selama ini proses pembelajaran sudah lancar. Hanya para siswa di SRT 47 perlu diberi literasi terkait etika menggunakan media sosial (medsos) dan akses pembelajaran digital lain seperti desain grafis.
Sejak awal hingga saat ini, SRT 47 memiliki 100 siswa. Mereka terbagi menjadi empat rombongan belajar (rombel) dengan karakter yang sangat beragam. “Satu rombel SD dan tiga rombel SMP,” lanjut Warsito.(aff/dan)
Editor : Mahmudan