KEPANJEN – Selesai dibangun akhir 2025 lalu, food court Stadion Kanjuruhan belum difungsikan. Padahal sudah banyak yang indent kios dan ingin membuka usaha di lokasi tersebut.
Seperti diberitakan, pembangunan food court dua lantai berlangsung sejak Agustus lalu. Pengerjaan membutuhkan waktu sekitar empat bulan, sehingga Desember 2025 rampung. Terdapat 13 kios di lokasi tersebut. Biaya pembangunan menghabiskan Rp 724 juta. Seluruhnya ditanggung APBD Kabupaten Malang.
Pantauan wartawan di lokasi kemarin (20/4), tak ada tanda-tanda akan beroperasi. Rolling door tetap ditutup dan bangku-bangku kayu yang disediakan hanya dipakai pengunjung stadion untuk beristirahat sehabis olahraga.
Baca Juga: Tingkatkan Pengamanan di Ring Empat Stadion Kanjuruhan Selama Laga Home Arema FC
“Sejauh ini belum ada instruksi dari pimpinan (Plt Kadispora Kabupaten Malang) untuk pengoperasian. Juga belum ada pembahasan ke arah sana,” ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora Kabupaten Malang Ratna Indriyani.
Pihaknya masih menunggu arahan untuk fasilitas tersebut diluncurkan dispora. Peluncuran akan dilaksanakan setelah ditetapkannya tata tertib untuk calon penyewa kios, mulai soal pengoperasian dan ketentuan lain.
”Sekaligus tarif sewa dan jangka pembayarannya, semua belum ditentukan,” katanya.
Ratna mengungkap, sudah banyak peminat kios. “Sejauh ini yang sudah indent sewa kios ada delapan orang,” ucap dia.
Baca Juga: Kisah Sukses UMKM Binaan BRI Kediri, Jualan Ayam Potong Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah Setiap Bulan
Satu kios di antaranya disewakan untuk keluarga korban tragedi Kanjuruhan.
Sebelumnya, tepatnya pada 28 Februari lalu, Bupati Malang HM Sanusi menginstruksikan agar food court dibuka untuk keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Alasannya agar kawasan museum tragedi kanjuruhan di gerbang nomor 13 tidak dipakai berjualan. Gate 13 dikhususkan untuk museum sekaligus tempat berdoa bagi keluarga korban. (biy/dan)
Editor : Mahmudan