Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bangunan Liar di Lawang Malang Digusur demi Normalisasi Sungai

Biyan Mudzaky Hanindito • Selasa, 21 April 2026 | 16:50 WIB
CEGAH BANJIR: Personel Satpol PP Provinsi Jatim menertibkan bangunan liar di tepi sungai Surak, Lawang beberapa waktu lalu.
CEGAH BANJIR: Personel Satpol PP Provinsi Jatim menertibkan bangunan liar di tepi sungai Surak, Lawang beberapa waktu lalu.

 

LAWANG – Sungai Surak di Lawang akan segera dilakukan normalisasi. Itu setelah personel satpol PP bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUSDA) Jawa Timur menertibkan bangunan liar di lokasi.

Kamis lalu (16/4) dua bangunan liar di tepi sungai dibongkar petugas. Sebelumnya, tepatnya pada 11 Februari lalu, 19 pedagang dan pemilik bangunan liar di tepi sungai Surak diberi peringatan. Mereka diminta mengosongkan area tersebut, karena sungai akan dinormalisasi.

Secara perlahan, mereka membongkar sendiri bangunan berupa lapak untuk jualan, baik permanen maupun semi permanen.

“Sampai Kamis lalu (16/4), tersisa dua bangunan liar yang masih berdiri. Akhirnya kami lakukan upaya terakhir, yaitu membongkar paksa bangunan tersisa,” terang Kepala Seksi Opsdal Satpol PP Provinsi Jawa Timur Ajun Nasuki beberapa waktu lalu.

Dua bangunan yang dibongkar berupa warung kopi (warkop). Bangunan yang dibongkar memiliki tembok bata dan atap baja. Sehingga personel membutuhkan waktu lebih dari dua jam untuk menuntaskan pembongkaran.

Ajun mengatakan, pemilik kedua bangunan tersebut adalah warga sekitar. Alasan kenapa mereka tidak mengindahkan teguran seperti 17 teman-temannya adalah karena tidak mau rugi karena tidak jualan.

“Mereka (pemilik bangunan) tinggal tidak jauh dari lokasi pembongkaran. Sempat bertahan, karena mereka ingin memanfaatkan lahan yang menganggur,” imbuh dia.

Pantauan kemarin, Sungai Surak steril bangunan liar. Kini tinggal menunggu sikap DPUSDA Jatim melakukan normalisasi sungai. Normalisasi diperlukan karena area tersebut kerap dilanda banjir. Hal itu karena adanya sedimentasi, sehingga sungai tidak mampu menampung lebih banyak air.

 “Informasinya, normalisasi akan dilakukan dalam waktu dekat. Menunggu alat berat yang masih di Pasuruan,” tandas Ajun. (biy/dan)

Editor : Mahmudan
#Normalisasi #malang hari ini #Bangunan