KABUPATEN MALANG, RADAR MALANG – BMKG Stasiun Meteorologi Juanda memprakirakan cuaca di Kabupaten Malang pada Selasa (21/4) bervariasi, mulai dari berawan hingga hujan ringan.
Pada pukul 06.00–07.00 WIB, cuaca di Kabupaten Malang didominasi berawan. Namun, kondisi tersebut diprediksi berubah menjadi hujan ringan pada pukul 10.00 WIB dan 13.00 WIB di sebagian besar wilayah.
Hanya empat kecamatan yang diperkirakan tidak diguyur hujan pada waktu tersebut, yaitu Gedangan, Karangploso, Lawang, dan Singosari.
Baca Juga: Pemkot Malang Mulai Siapkan Mitigasi Bencana Kebakaran untuk Antisipasi Ancaman Musim Kemarau
Memasuki sore hari, hampir seluruh wilayah diprediksi berawan, kondisi ini akan berlanjut hingga malam hari. Meski demikian, terdapat potensi udara kabur di malam hari, yakni di Kecamatan Gedangan dan Karangploso.
Suhu udara di Kabupaten Malang berkisar 16–30 derajat Celsius. Suhu udara terendah tercatat di Kecamatan Poncokusumo, yaitu 16–23 derajat Celsius. Sementara itu, suhu tertinggi mencapai 22–30 derajat Celsius tercatat di Kecamatan Bantur dan Gedangan.
Tingkat kelembapan di Kabupaten Malang tergolong tinggi, berkisar 74–99 persen. Tingkat kelembapan tertinggi berada di Kecamatan Kalipare dengan angka 84–99 persen.
Baca Juga: Kemarau Panjang Intai 8 Kecamatan di Malang
Selain itu, BMKG memprakirakan cuaca di perairan Kabupaten Malang akan berawan tebal di pagi hari. Tinggi gelombang berada di kisaran 1,7 meter atau kategori sedang. Kecepatan angin berkisar 9 knot, yang tergolong angin lemah.
BMKG juga memprediksi pasang surut air laut di perairan Malang. Surut pertama terjadi pukul 04.30 WIB dengan ketinggian 0,85 meter di bawah permukaan laut rata-rata, disusul surut kedua pada pukul 17.30 WIB mencapai 1,26 meter.
Sementara itu, pasang pertama diprediksi terjadi pukul 10.50 WIB dengan ketinggian 1,34 meter di atas permukaan rata-rata. Kondisi pasang berikutnya terjadi pukul 23.40 WIB dengan ketinggian 0,55 meter.
Berdasarkan kondisi cuaca di atas, masyarakat diimbau waspada terhadap potensi jalan licin dan genangan air karena hujan. Selain itu, masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap potensi udara kabur pada malam hari yang dapat mengganggu jarak pandang.