Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Begini Strategi Bapenda Kabupaten Malang dalam Mengejar Target Pajak

Indah Mei Yunita • Kamis, 23 April 2026 | 05:49 WIB
Giat Bapenda Menyapa Warga
Giat Bapenda Menyapa Warga

 

KASEMBON – Berbagai strategi dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang untuk menggenjot sektor pajak. Selain dengan memasang alat Sistem Monitoring Informasi (Simoni) di tempat usaha kena pajak, juga mengadakan giat Bapenda Menyapa Warga (BMW).

Kemarin (22/4) BMW dilaksanakan di dua lokasi. Yakni di Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon dan Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran. “Selain PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), masyarakat juga bisa membayar opsen (pungutan tambahan) PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) di giat BMW Kasembon,” ujar Kepala Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara kemarin.

Sebab, dia melanjutkan, dalam kegiatan tersebut juga bersamaan giat Bayar Pajak Keliling Desa (Bapak Desa). Sedangkan di Bululawang hanya bisa melayani pembayaran PBB, konsultasi PBB, dan pembetulan Surat Pembayaran Pajak Terutang (SPPT).

Misalnya, SPPT yang diberikan masih atas nama orang lain. Sehingga pemilik tanah tidak berkenan membayar. Oleh karena itu, perlu adanya validasi kepemilikan sertifikat tanah sesuai nama dan alamatnya.

Untuk menerima layanan tersebut, warga bisa langsung datang ke lokasi dengan membawa tiga persyaratan. Yakni SPPT, fotokopi KTP atau identitas wajib pajak, dan fotokopi bukti kepemilikan. 

Sementara hingga pekan ketiga April 2026, berdasar data Sistem Informasi Pengelolaan Pajak Mandiri (Sipanji) Kabupaten Malang, perolehan pajak sekitar Rp 200,73 miliar. Dengan target Rp 754,67 miliar, maka capaian sekitar 26,60 persen. “Untuk perolehan PBB masih minim. Yakni hanya Rp 16,23 miliar. Dengan target Rp 125,55 miliar, maka capaiannya masih sekitar 12,93 persen,” kata dia.

Namun demikian, menurut Made, semua jenis pajak masih perlu dimaksimalkan. Termasuk untuk objek pajak wisata, hotel, restoran. Salah satunya dengan memasang alat simoni di semua lokasi objek pajak. Inovasi itu sudah digunakan sejak beberapa tahun lalu.

Sistem tersebut dapat digunakan di android dan terkoneksi dengan aplikasi pemilik usaha. Selain itu juga melalui upaya ekstensifikasi dan intensifikasi. Seperti pendataan objek-objek pajak yang baru untuk meningkatkan perolehan. (yun/dan).

Editor : Mahmudan
#pajak malang #malang hari ini #Pemkab Malang