KASEMBON – Pajak daerah masih menjadi andalan untuk menggenjot sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di dalamnya terdapat setoran dari pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pungutan tambahan (opsen) Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Salah satu giat untuk memenuhi dua pajak tersebut yakni Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Menyapa Warga (BMW). Program yang berkolaborasi dengan giat Bayar Pajak Keliling Desa (Bapak Desa) itu digelar di Kantor Desa Pondokagung, Kasembon, Selasa lalu (22/4).
Kepala Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara menyampaikan, dalam giat BMW Desa Pondokagung melayani dua pembayaran pajak. Yakni PBB dan PKB. Jika ditotal, perolehan dari giat tersebut menyumbang Rp 45,82 juta.
Baca Juga: Begini Strategi Bapenda Kabupaten Malang dalam Mengejar Target Pajak
“Terdapat 331 pengajuan pengurusan PBB dengan pemasukan Rp 33 juta. Dari nilai tersebut, transaksi menggunakan QRIS senilai Rp 2,17 juta,” ujarnya kemarin (23/4).
Made menyebut, kegiatan juga merupakan kolaborasi perdana dengan Bank Indonesia (BI) Malang. Dalam rangka sosialisasi non-tunai di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dia melanjutkan, Pondokagung masuk desa terluar dari Kabupaten Malang.
“Selain PBB, kami juga melayani 24 pembayaran PKB dengan nilai transaksi Rp 12,81 juta,” kata mantan kepala dinas pariwisata dan kebudayaan (disparbud) itu.
Selain melayani pembayaran pajak, giat tersebut melayani pembetulan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) serta konsultasi pajak. Di antaranya SPPT yang diberikan masih atas nama orang lain. Sehingga pemilik tanah tidak berkenan membayar. Untuk itu, perlu adanya validasi kepemilikan sertifikat tanah sesuai nama dan alamatnya.
Baca Juga: Bayar PBB tanpa Ribet di Super Apps BRImo, Dapat Cashback hingga 13 Persen
Untuk menerima layanan tersebut, warga datang ke lokasi dengan membawa tiga persyaratan. Yakni SPPT, fotokopi KTP atau identitas wajib pajak, dan fotokopi bukti kepemilikan.
Sementara itu, hingga pekan ketiga April 2026, realisasi PBB sekitar 16,23 miliar. Angka tersebut diketahui berdasar data Sistem Informasi Pengelolaan Pajak Mandiri (Sipanji) Kabupaten Malang. Tahun ini ditarget Rp 125,55 miliar, sehingga realisasinya sekitar 12,93 persen. Sedangkan opsen PKB terealisasi Rp 45,89 miliar atau 27 persen dari target Rp 164,96 miliar.(yun/dan).
Editor : Mahmudan