MALANG, RADAR MALANG - Mantan Ketua PWNU Jatim periode 2018-2023 KH Marzuqi Mustamar, secara khusus menyempatkan hadir di acara pengajian jamaah kampung di Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Senin malam (27/4). Ulama yang dikenal tegas, lugas, dan sering menekankan pentingnya menjaga tradisi Ahluasunnah Wal Jamaah ini memberikan siraman rohani kepada sekitar 500 warga Desa Srigading yang datang dalam acara tersebut.
Bertempat di Musala Al Amin, yang berada di kediaman Kepala Desa (Kades) Srigading H Hadori, acara dilaksanakan dalam rangkaian Pembukaan Majelis Hubbun Nabi. Selain itu, acara ini juga disertai dengan penyerahan tiga sertifikat wakaf untuk musala di Desa Srigading oleh Kades H Hadori.
Kiai Marzuqi sendiri dalam ceramahnya membahas tentang sejumlah hal. Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad Gasek Kota Malang ini memberikan beberapa koreksi dari bacaan salawat, ucapan amin, dan ucapan salam yang kerap diucapkan oleh jamaah.
Mulai lafaz pengucapan hingga nada panjang pendeknya. Hal ini karena salah pengucapan bisa menjadikan makna yang berbeda. “Monggo nggawe lagu, tapi ojok sampek ngrubah makna,” katanya.
Soal salam dalam salat, Kiai Marzuqi menyatakan bagaimana tuntunan yang sebaiknya dilakukan jamaah dengan benar. Harusnya, salam dilakukan jamaah setelah imam selesai mengucapkan salam yang kedua.
Tapi dalam praktiknya, kerap terjadi jamaah tergesa-gesa mengucapkan salam padahal imam belum mengucapkan salam yang kedua. “Itu makruh,” ujarnya.
Dalam hal ini, Kiai Marzuqi juga mengingatkan agar jamaah tetap mau mengaji agar amalan yang dikerjakan tidak salah kaprah dalam pelaksanaanya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Kades Srigading H Hadori membeberkan tentang kondisi musala dan masjid di desa. Dia mengatakan bahwa masih ada 4 musala dan 1 masjid yang belum memiliki sertifikat. “Namun Insya Allah pada tahun 2027, jika ada dana, musala dan masjid tersebut akan menerima sertifikat wakaf,” katanya. Hadori juga mengimbau warga bisa mengikuti rutinan ini secara istiqomah. (mas)
Editor : A. Nugroho