Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Akses Tertutup Pasar, Puskesmas Tajinan Ajukan Relokasi ke Tempat Baru

Indah Mei Yunita • Rabu, 29 April 2026 | 17:17 WIB
Warga menunggu jam buka layanan di Puskesmas Tajinan, kemarin pagi (28/4).(Indah Mei Yunita/Radar Malang)
Warga menunggu jam buka layanan di Puskesmas Tajinan, kemarin pagi (28/4).(Indah Mei Yunita/Radar Malang)

TAJINAN, RADAR MALANG – Puskesmas Tajinan, Kabupaten Malang, mengajukan relokasi bangunan menyusul keterbatasan akses dan posisi yang dinilai kurang strategis. Lokasi puskesmas yang berada di belakang Pasar Tajinan menjadi kendala dalam optimalisasi pelayanan kesehatan.

Kepala UPT Puskesmas Tajinan dr Widya Damayanti mengatakan, bangunan saat ini tidak langsung menghadap jalan utama. Kondisi tersebut membuat akses menuju puskesmas kurang ideal, terutama saat aktivitas pasar sedang padat.

“Bangunan kami tidak langsung menghadap ke jalan raya. Di depannya ada lapangan, di sampingnya pasar. Kalau pagi, kondisinya cukup padat,” ujarnya.

Baca Juga: Juli Mulai Bangun Tempat Relokasi Puskesmas Bareng di Kota Malang

Sebagai solusi, pihak puskesmas mengusulkan relokasi ke lokasi yang lebih strategis. Dua alternatif lahan yang diajukan berada di Desa Tajinan dan Desa Purwosekar.

Kedua lahan tersebut masing-masing memiliki luas sekitar 4.000 meter persegi. Luasan itu dinilai memenuhi syarat karena Puskesmas Tajinan juga menyediakan layanan rawat inap.

“Kami diarahkan memilih lahan di atas 3.000 meter persegi karena ada layanan rawat inap,” jelas Widya.

Namun, lahan yang diusulkan saat ini masih berstatus milik masyarakat. Karena itu, diperlukan kajian lebih lanjut, termasuk memastikan apakah lahan tersebut masuk kategori lahan sawah dilindungi (LSD) atau tidak.

Baca Juga: Dinkes Kabupaten Malang Perkuat Tracing Pasien setelah 735 Warga Positif Mengidap TBC

Di tengah keterbatasan lokasi, pelayanan kesehatan di Puskesmas Tajinan disebut tetap berjalan, terutama untuk layanan rawat jalan. Namun, pengembangan fasilitas rawat inap dinilai sulit dilakukan di lokasi yang ada saat ini.

“Pelayanan tetap kami upayakan maksimal, meskipun kondisi bangunan terbatas,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Wiyanto Wijoyo menyebut kebutuhan peningkatan fasilitas puskesmas merupakan hal yang wajar seiring perkembangan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, bangunan yang awalnya memadai bisa menjadi kurang representatif dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun.

“Kalau Puskesmas Tajinan ini masih tergolong layak. Mungkin nanti. Saat ini yang lebih prioritas ada di wilayah lain seperti Wajak,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski berada di dekat pasar, pelayanan di Puskesmas Tajinan masih berjalan cukup baik, termasuk dari sisi sarana dan prasarana.

Baca Juga: Cegah Penyebaran Campak, Dinkes Kota Malang Siapkan Imunisasi bagi 12 Ribu Anak

Tahun ini, terdapat lima puskesmas yang diprioritaskan untuk relokasi, yakni Puskesmas Poncokusumo, Pamotan, Karangploso, Wajak, dan Bululawang.

Relokasi Puskesmas Poncokusumo dan Bululawang mulai berjalan secara bertahap. Sementara Puskesmas Karangploso direncanakan menjalani perluasan tahun ini.

Adapun Puskesmas Wajak dan Pamotan masih dalam tahap penyiapan lahan sebelum proses relokasi dapat dilakukan. (yun/adn)

Editor : Aditya Novrian
#Puskesmas Tajinan #relokasi puskesmas Malang #fasilitas kesehatan Tajinan #dinkes kabupaten malang #akses layanan kesehatan