KEPANJEN – Meski Bupati Malang H M. Sanusi sudah beberapa kali melantik pejabat baru, masih saja banyak kursi kosong di Pemkab Malang. Tahun ini tercatat 344 jabatan kosong. Itu disampaikan Sanusi di sela berkunjung ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dalam kunjungan itu, Sanusi didampingi Wakil Bupati (Wabup) Malang Lathifah Shohib.
Berdasar data per 31 Desember 2025, jumlah aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Malang tercatat 20.999 jiwa. Terdiri atas 7.708 pegawai negeri sipil (PNS) dan 13.291 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Data tersebut bersifat dinamis, seiring adanya ASN yang memasuki masa pensiun, meninggal dunia, maupun mutasi keluar dan masuk daerah.
Dari jumlah tersebut, Sanusi melanjutkan, ada 43 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau eselon II, 259 jabatan administrator atau eselon III, dan 581 jabatan pengawas atau eselon IV. Sedangkan 344 jabatan masih kosong.
“Berdasar data SIMATA (sistem informasi manajemen talenta) per April 2026, masih terdapat kekosongan jabatan untuk empat JPTP, 35 jabatan administrator, dan 205 pengawas,” terang orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang itu.
Dalam pemaparan tersebut, dia juga menjelaskan bahwa peta jalan (roadmap) transformasi sumber daya manusia yang menitikberatkan pada strategi implementasi manajemen talenta ASN. Mulai dari proses identifikasi dan pemetaan talenta, pengembangan kompetensi secara berkelanjutan, hingga penerapan sistem penempatan ASN yang berbasis kualifikasi, potensi, serta kinerja yang terukur.
“Manajemen talenta bukan sekadar persoalan aplikasi, tetapi perubahan paradigma dalam membangun birokrasi yang menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat (the right person in the right place),” kata dia.
Politisi PDIP itu juga mengakui, penerapan manajemen talenta di Pemkab Malang masih proses penyempurnaan. Namun, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan.
“Karena itu, kami berharap, kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperoleh rekomendasi dan persetujuan dari BKN dalam penerapan manajemen talenta di Pemkab Malang,” ucap Sanusi.
Menanggapi paparan tersebut, Kepala BKN RI Zudan Arif Fakhrullah menyatakan dukungan penuh dan siap memberi bimbingan teknis (bimtek) agar manajemen talenta di Kabupaten Malang menjadi percontohan yang berhasil.
"Manajemen talenta yang baik akan membantu menciptakan birokrasi yang profesional dan berdaya saing," pungkasnya.(yun/dan).
Editor : Mahmudan