Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Targetkan Rendemen 12 Persen, Bupati Malang Katakan Hal Ini

Indah Mei Yunita • Minggu, 3 Mei 2026 | 13:25 WIB
BUTUH PERHATIAN: Tebu di Kecamatan Bululawang. Indah Mei Yunita
BUTUH PERHATIAN: Tebu di Kecamatan Bululawang. Indah Mei Yunita

 

KEPANJEN, RADAR MALANG - Demi mendukung swasembada gula, Bupati Malang H M. Sanusi menarget rendemen tebu yang cukup tinggi. Dengan target tersebut diharapkan bisa meningkatkan produksi gula.

“Saya berharap agar pabrik-pabrik bisa memproduksi gula dengan rendemen rata-rata 12 persen,” ujar Sanusi di PG Krebet Baru Jumat (1/5) lalu. Artinya, dari 1 kuintal tebu, diharapkan bisa menghasilkan 12 kilogram gula.

“Kalau rendemen di bawah 7 persen, masih sulit untuk mencapai swasembada gula,” imbuhnya. Karena itu, menurutnya, perlu kehadiran negara untuk mendukung peningkatan rendemen.

Pertama, dengan mendukung revitalisasi pabrik-pabrik yang sudah tua. Dengan pabrik yang lebih modern, pengolahan tebu diharapkan lebih optimal. Selain itu, dengan memperhatikan penanaman tebunya. Baik tumbuh kembang maupun pola tanam.

“Bongkar ratoon juga dibutuhkan dan harus terencana dengan baik. Sehingga petani bisa menanam pada waktu yang pas. Kalau tidak pas, tanaman bisa mati karena krisis air,” imbuh orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang itu.

Sebagai informasi, bongkar ratoon yakni mengganti tanaman tebu sebelumnya dengan tanaman baru. Sebab, rawat ratun atau menggunakan tanaman lama untuk produksi hanya efektif dilakukan selama 5-6 tahun. Lebih dari jangka waktu tersebut, kualitas produksi tanaman tebu akan menurun.

Sementara itu, terdapat beberapa varietas tebu yang saat ini ditanam masyarakat. Namun yang paling populer yakni varietas Bululawang (BL) yang masak akhir dan pringu yang masak awal. Dua varietas tersebut juga dianggap sebagai unggulan di Kabupaten Malang. 

Penulis: Indah Mei Yunita

Editor : A. Nugroho
#rendemen #Bupati #gula #pabrik #malang