SINGOSARI, RADAR MALANG – Kondisi halte di Kabupaten Malang makin memprihatinkan. Selama tiga tahun terakhir, tidak ada pemeliharaan yang dilakukan Pemkab Malang. Akibatnya, puluhan fasilitas umum tersebut tampak kusam, berkarat, bahkan sebagian beralih fungsi.
Salah satu halte yang masih bertahan berada di Jalan Raya Mondoroko, Kecamatan Singosari. Fasilitas ini masih dimanfaatkan, terutama oleh angkutan desa (angdes) untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Lokasinya yang dekat sekolah membuat keberadaannya tetap relevan.
Namun, kondisi fisiknya mulai menua. Cat mengelupas di sejumlah bagian, sementara rangka besi dipenuhi karat. Berbeda dengan halte di sekitar Pasar Singosari yang justru nyaris kehilangan fungsi.
Baca Juga: Wajib Catat! Ini 5 Titik Pemberhentian Bus Trans Jatim Dekat Kantor Pemerintahan di Malang
Selain cat memudar dan atap berkarat, halte tersebut kini lebih sering digunakan sebagai lapak berjualan warga. Tingkat kerusakannya pun tergolong lebih parah.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang Eko Margianto mengakui perawatan terakhir dilakukan pada 2023. Saat itu, perbaikan hanya menyasar halte di jalur utama seperti Singosari dan Kepanjen.
“Kami akan cek kondisi halte tersebut terlebih dahulu,” ujarnya, kemarin.
Sejak itu, tidak ada lagi perawatan rutin. Eko menyebut, secara umum seluruh halte memang membutuhkan perbaikan. Namun, tingkat pemanfaatannya terus menurun.
“Secara umum halte membutuhkan pemeliharaan, tetapi penggunaan juga berkurang,” katanya.
Penurunan ini sejalan dengan merosotnya operasional angdes. Kehadiran transportasi daring membuat minat masyarakat beralih. Data Dishub mencatat, pada 2017 terdapat 414 angkutan pedesaan yang memperpanjang izin trayek. Jumlah itu turun drastis menjadi 93 pada 2023.
Baca Juga: Tiga Trayek Angkudes Terdampak Trans Jatim jika Rute Diperpanjang hingga Kepanjen
Saat ini terdapat 42 halte yang tersebar di Kabupaten Malang. Secara fisik masih tergolong layak, tetapi sebagian besar jarang digunakan. Aktivitas penumpang kini lebih fleksibel, tidak lagi bergantung pada titik halte.
Halte yang masih aktif umumnya berada di kawasan pendidikan, industri, serta pusat perdagangan dan jasa.
“Karena efisiensi, tahun ini tidak ada anggaran perbaikan halte,” pungkasnya.
Editor : Aditya Novrian