NGAJUM, RADAR MALANG – Seorang pencari ikan bernama Ponidi, 60, ditemukan meninggal dunia di Sungai Sumber Luluh, Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum, setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak Sabtu sore (2/5). Korban diduga terpeleset saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut hingga mengalami benturan fatal.
Kronologi Hilangnya Korban
Korban hilang setelah pergi mencari ikan pada Sabtu sore dan tidak kembali hingga malam hari.
Kapolsek Ngajum AKP Bambang Wijarnako menjelaskan, Ponidi terakhir terlihat meninggalkan rumah sekitar pukul 16.00 dengan membawa peralatan mencari ikan menggunakan alat setrum. Ia diduga menuju aliran Sungai Sumber Luluh yang berada tidak jauh dari permukiman warga.
Baca Juga: Pencarian Orang Hilang di Kepanjen Kabupaten Malang Dihentikan
Sekitar pukul 17.00, hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Sejak saat itu, korban tidak terlihat lagi.
“Setelah hujan turun, korban tidak terlihat. Keluarga kemudian melakukan pencarian pada malam hari,” ujar Bambang.
Proses Pencarian Hingga Penemuan
Korban ditemukan keesokan harinya dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian semalaman.
Upaya pencarian dilakukan oleh keluarga bersama warga, aparat kepolisian, dan relawan hingga dini hari. Namun, pencarian belum membuahkan hasil hingga akhirnya korban ditemukan pada Minggu pagi (3/5) sekitar pukul 06.00.
Baca Juga: Mitos atau Fakta: Benarkah Kutu Kucing Bisa Menular ke Manusia? Simak Penjelasan Berikut
Korban ditemukan di aliran sungai dekat area perkebunan warga dalam posisi tertelungkup. Lokasi penemuan berada tidak jauh dari titik yang diduga menjadi area aktivitas korban saat mencari ikan.
Dugaan Penyebab Kematian
Korban diduga meninggal akibat terpeleset di sungai yang licin saat hujan deras.
Petugas menemukan luka di bagian kepala korban yang diduga akibat benturan dengan batu di aliran sungai.
“Kami menemukan luka di kepala yang kemungkinan akibat benturan,” jelas Bambang.
Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan peralatan milik korban, termasuk alat setrum ikan. Tidak ditemukan hasil tangkapan ikan di sekitar lokasi.
Penanganan dan Keputusan Keluarga
Jenazah korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Setelah ditemukan, jenazah dibawa ke Puskesmas Ngajum untuk pemeriksaan awal. Hasil pemeriksaan tidak menemukan luka lain selain di bagian kepala.
Pihak keluarga menolak dilakukan visum et repertum (VER) dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.
“Korban sudah diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan,” pungkas Bambang.
Editor : Aditya Novrian