DAU – Wacana perbaikan Terminal Landungsari sempat mencuat setelah kunjungan Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak pertengahan April lalu. Namun hingga kini belum dipastikan kapan realisasinya, bahkan cenderung tenggelam.
Seperti diberitakan, kunjungan pejabat nomor 2 se-Jatim itu menyoroti beberapa fasilitas di terminal. Di antaranya akses masuk dan dalam terminal yang masih berlubang, kios pedagang yang perlu ditata, parkir unit bus di area belakang pemberangkatan, toilet mampet sampai merembes ke luar, sampai ruang menyusui yang kacanya masih bening.
Pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan kemarin (5/5), tidak banyak berubah di area terminal. Jalan tetap berlubang di banyak sisi, kaca pintu ruang menyusui juga belum diganti, dan kios belum ada perubahan. Hanya toilet tidak lagi bocor dan mampet, dan unit bus yang tidak jalan sudah tertata rapi. Parkir memanjang mengikuti pagar pembatas area Mobil Penumpang Umum (MPU) dan Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).
“Untuk toilet itu, tidak lama setelah sidak langsung kami bersihkan,” kata Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan (P3) Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Wilayah Malang Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim M Binsar Garchah Siregar kemarin. Begitu pula untuk bus, yang langsung dipindah tak lama setelahnya.
Ia menyebut, perbaikan di sektor lain sudah masuk dalam perencanaan. Misalnya perbaikan jalan dan pintu. Akan tetapi, pihaknya belum mendapatkan kabar kapan anggaran perbaikan dari Pemprov Jatim akan mengucur.
“Anggaran itu dari atas (Pemprov Jatim, Red). Kami belum tahu, apakah dana cair nanti pas Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) atau kapan juga belum jelas,” imbuh dia.
Pihaknya berharap dana tersebut segera mengucur agar perbaikan senantiasa segera dilaksanakan.(biy/dan)
Editor : Mahmudan