LAWANG – Ketersediaan layanan hemodialisa di RSUD Lawang masih terbatas di tengah meningkatnya kebutuhan pasien. Saat ini, rumah sakit tipe C tersebut baru memiliki enam titik layanan cuci darah.
Bupati Malang H M. Sanusi mengatakan, kondisi itu menjadi salah satu catatan saat melakukan peninjauan sarana dan prasarana di RSUD Lawang pekan lalu. Menurutnya, keterbatasan fasilitas perlu segera diatasi agar pelayanan terhadap pasien dapat lebih optimal.
”Layanan hemodialisanya sekarang hanya ada enam titik, nanti akan kami tambah, karena pasien semakin banyak,” ujarnya.
Hemodialisa merupakan terapi yang dibutuhkan pasien dengan gangguan fungsi ginjal untuk menyaring zat sisa dalam tubuh. Layanan ini umumnya dilakukan secara rutin, sehingga ketersediaan fasilitas sangat berpengaruh terhadap akses pelayanan kesehatan.
Direktur RSUD Lawang drg Ivan Drie menyampaikan, peningkatan jumlah pasien menjadi salah satu alasan perlunya penambahan fasilitas. Dalam satu hari, kunjungan pasien di rumah sakit tersebut mencapai 200 hingga 250 orang.
Pihaknya menargetkan penambahan layanan hemodialisa hingga 16 titik. Saat ini, prosesnya masih dalam tahap koreksi perencanaan di dinas terkait sebelum masuk ke tahapan pengadaan.
“Target penambahan titik hemodialisa dilaksanakan tahun ini. Setelah tahap koreksi selesai, akan masuk proses tender,” jelasnya.
Selain layanan cuci darah, hasil evaluasi juga mencatat perlunya peningkatan sarana lain guna menunjang pelayanan kesehatan. Pemenuhan fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi antrean serta meningkatkan kualitas layanan bagi pasien.
Dengan keterbatasan yang ada saat ini, optimalisasi fasilitas menjadi langkah yang dinilai mendesak, terutama untuk layanan yang bersifat rutin seperti hemodialisa. (yun/adn)
Editor : Mahmudan