Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

38.000 Lulusan SD di Kabupaten Malang Berebut Kursi SMP Negeri  

Nahdiatul Affandiah • Kamis, 7 Mei 2026 | 14:26 WIB
Ilustrasi SPMB (Google)
Ilustrasi SPMB (Google)

 

KEPANJEN – Peluang masuk SMP/MTs negeri tahun ini bakal lebih sulit. Sebab, Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi akademik tahun ini memberlakukan syarat tambahan. Jika sebelumnya cukup mengandalkan nilai rapor, kali ini ditambah nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dengan kata lain, nilai rapor bagus tidak menjamin lolos SPMB SMP/ MTs negeri.

            Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang memperkirakan ada 38.000 siswa yang lulus SD tahun ini. Bagi sekolah yang tidak mengikuti TKA, dipastikan lulusannya akan tersingkir dalam SPMB SMP/MTs negeri.

”Kalau memutuskan tidak ikut TKA, artinya kesempatan masuk SMP Negeri jalur prestasi akademik gugur,” ujar anggota Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bambang Mustiko Hadi kemarin.

Sedangkan untuk komposisinya, didominasi TKA. Untuk nilai mempunyai kekuatan 25 persen, sedang sisanya 75 persen menggunakan nilai TKA sebagai pertimbangan jalur prestasi akademik.

“Proporsi gabungan nilai rapor dan TKA untuk menghindari potensi manipulasi nilai rapor,” ujar Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Nurul Sri Utami.

Puluhan ribu siswa tersebut akan bersaing masuk SMP negeri. Namun jumlah pagunya belum dipastikan. Sebab, saat ini pihaknya masih mengumpulkan data terkait kuota siswa SMP negeri yang bakal dibuka. Yaitu dengan mencocokkan jumlah siswa yang keluar dengan jumlah siswa yang masuk.

Nurul mengatakan, penentuan pagu juga mempertimbangkan ketersediaan ruang, alat pendidikan, hingga tenaga pengajar. Persiapan yang dilakukan sekolah untuk SPMB juga sudah matang. Mereka mulai membentuk panitia dan persiapan pengambilan PIN SPMB. (aff/dan)

Editor : Mahmudan
#SPMB #malang hari ini #Pendidikan Malang