GONDANGLEGI – Terkendala pembebasan lahan, penuntasan proyek perbaikan jalan Gondanglegi-Balekambang molor. Mulanya ditarget rampung Mei ini, kini terpaksa molor sampai Januari tahun depan. Namun untuk lot B, yakni Wonokerto-Balekambang diperkirakan tuntas September depan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma mengatakan, bulan lalu, progres pembangunan sudah sekitar 60 persen. Per kemarin (7/5) bertambah sekitar 5-10 persen sehingga menjadi 65-70 persen.
“Untuk Lot B, Insya Allah selesai September depan, sedangkan Lot A Desember nanti,” ujar pria yang akrab disapa O’ong kemarin (7/5).
Seperti diberitakan, perbaikan jalan menuju Pantai Balekambang dibagi menjadi dua lot. Lot B dari Wonokerto ke Balekambang dan Lot A dari Gondanglegi ke Wonokerto. Lot A memiliki panjang sekitar 16 kilometer. Anggaran yang digunakan sekitar Rp 168,70 miliar. Sedangkan, Lot B sepanjang 14,48 kilometer diperkirakan akan menghabiskan biaya Rp 175 miliar.
Sehingga jika ditotal, panjang jalan yang akan diperbaiki sekitar 30,48 kilometer.
“Bagian yang belum selesai itu spot-spot. Misalnya bagian jalan yang lahannya belum dibebaskan, dulu itu ditinggal dulu. Sekarang mau disempurnakan,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Sebab, dia melanjutkan, sebelumnya ada ratusan bidang tanah di lot A yang masih menjadi sengketa. Namun karena sudah ada penetapan lokasi (penlok), saat ini hanya sisa kurang dari 100 bidang tanah yang belum dibebaskan dan akan segera dituntaskan.
Pembebasan lahan diperlukan karena ruas jalan Gondanglegi-Balekambang tidak hanya diperbaiki. Tapi juga dilebarkan. Pelebaran sekitar 2 meter, dari sebelumnya 11 meter menjadi 13 meter.
Program perbaikan jalan tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat. Dengan sumber dana loan (pinjaman) dari Islamic Development Bank (IsDB) atas usulan Pemkab Malang senilai Rp 343,70 miliar. Jika tuntas, jalan tersebut diharapkan dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Utamanya di sektor pariwisata beserta multiplier effect lainnya. Seperti meningkatnya aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah, hingga pemerataan pertumbuhan ekonomi.(yun/dan).
Editor : Mahmudan