KEPANJEN - Realisasi Jalan Tol Malang-Kepanjen diproyeksikan akan meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah. Hal itu diyakini akan berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Peneliti Senior Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi (PPKE) Universitas Brawijaya (UB) Joko Budi Santoso SE ME menyebut, peningkatan tersebut utamanya dapat terjadi di Kecamatan Kepanjen dan Malang selatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Terlebih, Kecamatan Kepanjen juga menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Malang yang saat ini sedang mengembangkan fasilitas pendidikan. Salah satunya dengan pembangunan Universitas Brawijaya (UB) di Kepanjen.
“Selain itu, dengan potensi pariwisata dan sektor pertanian yang besar di wilayah Malang selatan, keberadaan Jalan Tol Malang-Kepanjen ini akan menjadi pengungkit untuk akselerasi perekonomian,” ucapnya Jumat (8/5) lalu. Menurutnya, sektor pariwisata akan menjadi lokomotif pertumbuhan Malang selatan. Sehingga akan menarik gerbong-gerbong sektor ekonomi seperti pertanian, UMKM, maupun sektor ekonomi lainnya.
“Hal tersebut dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang hingga di atas 6 persen karena keberadaan jalan tol memungkinkan pembentukan kawasan industri (KI) baru di wilayah Malang selatan,” imbuhnya.
Di samping itu, dia melanjutkan, secara tidak langsung, keberadaan jalan tol akan meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas dengan Blitar Raya sekaligus terintegrasi dengan Jalur Lintas Selatan (JLS).
Sehingga, menurutnya, keberadaan jalan tol Malang-Kepanjen sangat strategis untuk mereduksi ketimpangan pembangunan antar wilayah utara dan selatan di Jawa Timur. Wilayah selatan Jawa Timur dengan potensi pariwisata dan pertanian, perikanan dan kelautan, serta pengembangan agro industri akan dapat mengejar ketertinggalan dari bagian utara Jawa Timur. Utamanya dari Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro (Gerbangkertosusilo plus).
“Hal yang tak kalah penting adalah bagaimana Pemkab Malang mengoptimalkan potensi ekonomi di wilayah jalan sirip menuju dan keluar jalan tol,” kata Joko. Serta mendukung penuh dalam upaya percepatan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma menyebut, jalan tol tersebut akan menghubungkan primate city (kota prima atau terbesar) di Jawa Timur dengan Kota Malang hingga Kabupaten Malang. Termasuk bagian selatan, salah satunya JLS. “JLS ini memang dihidupkan supaya seperti jalur pantura (pantai utara). Sehingga disparitas (kesenjangan) pertumbuhan ekonomi antara selatan dan utara bisa seimbang, tidak terlalu jauh,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Seperti diberitakan, jalan tersebut akan dibangun dengan panjang sekitar 30 kilometer yang. Saat ini, review feasibility study (FS) atau studi kelayakan dan basic design sedang dalam tahap lelang oleh Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI. (yun/dan).
Editor : Mahmudan