Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemugaran Candi Jago Tumpang Garap Bebatuan Lapis 44

Indah Mei Yunita • Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB
Pemugaran Candi Jago di Dusun Jago, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang
Pemugaran Candi Jago di Dusun Jago, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang

 

TUMPANG – Pemugaran Candi Jago diperkirakan rampung tahun ini. Pengerjaan tahap I yang fokus bagian bawah sudah rampung, kemudian dilanjutkan tahap II pada April lalu. Fokusnya pada konstruksi bagian.

Kemarin (11/5), sekitar sepuluh orang menata batu-batu di bagian tengah candi yang berlokasi di Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang. Tepatnya lapis 44. Batu-batuan yang sudah diberi kode ditata sesuai urutannya untuk membentuk struktur candi yang lebih kokoh.

Tim Teknis Pemugaran Candi Jago Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim Suyono menyampaikan, pemugaran ditarget tuntas Desember depan.

“Saat ini sudah berlangsung dari selasar candi sampai lapis 44. Progresnya sekitar 60 persen. Kemudian dilanjutkan hingga lapis 51 sampai bagian atap candi,” ujar Suyono di tengah-tengah proses pemugaran Candi Jago kemarin (11/5).

Dia menyebut, kendala utama pemugaran yakni cuaca. Sebab, tidak ada pelindung yang layak bagi pekerja pemugaran ketika hujan mengguyur. Dengan banyaknya alat yang menggunakan energi listrik, kondisi tersebut membahayakan.

“Jangankan hujan, saat mendung gelap saja kami akan beristirahat, karena bahaya petir,” imbuhnya.

Di samping itu, pengiriman batu andesit yang terlambat juga berpengaruh. Oleh karena itu, pihaknya mengupayakan supaya batu dikirim tepat waktu. Dengan demikian, pemugaran juga bisa tuntas sesuai target. Batu tersebut digunakan untuk mengganti batu yang sudah aus maupun rusak.

Sebagai informasi, pemugaran dilakukan untuk mengembalikan bentuk asli dari candi. Selain itu, seiring bertambahnya waktu, banyak batuan yang lepas dan rusak. Sehingga perlu diganti untuk menjaga struktur candi. Jika batuan yang asli terdapat relief atau ukiran, maka akan diganti dengan batuan polos.

Supaya dapat terlihat perbedaan antara batuan yang asli dan pengganti. Selain itu, dia mengatakan, jika dipaksakan dengan meniru relief, dikhawatirkan tidak sama persis dan dapat mengubah cerita yang tertera. Kemudian susunan batuan yang sebelumnya tidak rapi juga sudah dirapikan.

“Pemugaran tahap pertama dilakukan di kaki candi (bagian paling bawah) hingga selasar atau lapis 24,” pungkas Yono. (yun/dan)

Editor : Mahmudan
#Candi Malang #Sejarah Malang #malang hari ini