Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Struktur Lapuk dan Rawan Ambles, 250 Batu Candi Jago Diganti saat Pemugaran

Indah Mei Yunita • Senin, 18 Mei 2026 | 19:09 WIB
Wisatawan mancanegara melihat struktur batuan Candi Jago. (Indah Mei Yunita/Radar Malang)
Wisatawan mancanegara melihat struktur batuan Candi Jago. (Indah Mei Yunita/Radar Malang)

TUMPANG, RADAR MALANG – Proses pemugaran tahap kedua Candi Jago terus berjalan. Dalam pengerjaannya, ratusan batu candi terpaksa diganti karena mengalami kerusakan parah dan dinilai membahayakan struktur bangunan peninggalan Kerajaan Singhasari tersebut.

Tim Teknis Pemugaran Candi Jago dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur menyebut sedikitnya sekitar 250 batu telah diganti selama proses pemugaran berlangsung.

Struktur Batu Lapuk dan Retak Dinilai Membahayakan

Pergantian dilakukan karena banyak batu lama sudah lapuk, retak, hingga remuk sehingga tidak lagi mampu menopang bangunan secara aman.

Kerusakan tersebut dinilai cukup berisiko karena beberapa susunan batu mulai mengalami kemiringan dan berpotensi ambles apabila tidak segera diperkuat.

Baca Juga: Pemugaran Candi Jago Tumpang Garap Bebatuan Lapis 44

“Batu yang dikirimkan ke sini sudah tiga kali pengiriman. Setiap pengiriman, ada sekitar 150 batuan,” ujar tim teknis pemugaran beberapa waktu lalu.

Selain memperkuat struktur, pemugaran juga dilakukan untuk mengembalikan susunan batu agar kembali mendekati bentuk asli bangunan candi.

Batu Andesit dari Tulungagung Dipilih sebagai Pengganti

Material pengganti yang digunakan berupa batu andesit dari Kabupaten Tulungagung.

Batu tersebut dipilih karena dinilai memiliki karakter paling mendekati material asli penyusun Candi Jago.

Meski demikian, tim pemugaran tidak membuat bentuk batu baru sama persis dengan batu lama. Penyesuaian dilakukan pada jenis batu, ukuran, dan tingkat kekerasannya agar tetap selaras dengan struktur bangunan lama.

Baca Juga: Tahun Depan Candi Jago di Desa Jago Kecamatan Tumpang Dipugar Lagi

“Kami sesuaikan juga kekerasan batuannya. Termasuk ukurannya. Setiap kali pemotongan, memang harus disesuaikan dengan ukuran aslinya,” imbuhnya.

Batu Baru Dibiarkan Polos tanpa Relief

Menariknya, batu pengganti sengaja dibiarkan polos tanpa pahatan relief.

Setiap batu hanya diberi kode khusus sebagai penanda bahwa material tersebut merupakan hasil penggantian baru.

Baca Juga: Menyusuri Jejak Sejarah dan Pesona Candi Singasari

Menurut tim teknis, langkah itu dilakukan untuk menjaga keaslian relief Candi Jago agar tidak tercampur dengan pahatan baru yang berpotensi berbeda dari bentuk asli peninggalan masa lalu.

Sementara batu lama yang sudah tidak digunakan tetap dimanfaatkan sebagai material isian di bagian dalam struktur candi.

Target Pemugaran Selesai Akhir 2026

Pada tahap pertama, pemugaran difokuskan pada bagian kaki candi hingga area selasar atau lapis ke-24.

Sedangkan tahap kedua ditargetkan selesai pada Desember 2026 mendatang.

Baca Juga: Sebulan, Pengunjung Candi Kidal Tak Sampai 100 Orang

Dalam pelaksanaannya, proses pemugaran masih menghadapi sejumlah kendala, terutama faktor cuaca dan distribusi material batu andesit.

Area kerja yang belum memiliki pelindung memadai membuat aktivitas pemugaran cukup berisiko saat hujan turun, terlebih banyak peralatan kerja menggunakan tenaga listrik.

Selain itu, keterlambatan pengiriman batu juga sempat mempengaruhi ritme pekerjaan sehingga tim berupaya memastikan distribusi material berjalan tepat waktu agar target penyelesaian tidak molor.

Editor : Aditya Novrian
#pemugaran Candi Jago #batu Candi Jago #BPK Jawa Timur #candi jago #Candi jago tumpang