Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Horeee.... Warga Malang Terima 20 Kursi Roda sampai 40 Paket Kewirausahaan

Indah Mei Yunita • Selasa, 19 Mei 2026 | 17:39 WIB

 

penyerahan bantuan di Pendapa Agung Kabupaten Malang
penyerahan bantuan di Pendapa Agung Kabupaten Malang

 

KEPANJEN – Sebanyak 117 warga menerima bantuan di Pendapa Agung Kabupaten Malang kemarin (18/5). Mereka masuk kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Bentuknya beragam. Mulai sembako, alat untuk berwirausaha, kursi roda untuk penyandang disabilitas, dan program operasi katarak.

Bantuan sosial asistensi rehabilitasi sosial (Atensi) tersebut berasal dari Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso Surakarta. Lembaga tersebut di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Bantuan mengalir kepada empat kelompok penerima manfaat. Yakni 19 paket bantuan sembako untuk keluarga prasejahtera, 40 paket bantuan kewirausahaan untuk pelaku usaha, 20 kursi roda untuk penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia), serta 38 operasi katarak. Jika ditotal, bantuan tersebut senilai Rp 307,86 juta.

Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib mengatakan, program Atensi merupakan bantuan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

”Bantuan yang disalurkan hari ini (kemarin, 18/5) memiliki makna. Bagi penyandang disabilitas, alat bantu bukan hanya sarana penunjang aktivitas, tetapi juga jembatan untuk meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri,” ujar Lathifah di sela menyaksikan penyaluran bantuan.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu melanjutkan, bantuan nutrisi merupakan bentuk perhatian terhadap kualitas hidup masyarakat. Paket bantuan berisi beras, gula putih, gula merah, kacang hijau, abon sapi, susu, madu, dan telur asin. Sedangkan bantuan modal usaha diharapkan mampu menjadi penguat semangat bagi penerima manfaat untuk bangkit, berdaya, dan mandiri secara ekonomi. Di antaranya meliputi oven, mixer roti, mesin sealer, dan blender.

“Kesejahteraan sosial harus dibangun melalui kolaborasi dan semangat gotong royong,” terangnya.

Oleh karena itu, dia melanjutkan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas sosial, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan pelayanan sosial yang inklusif dan berkeadilan.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang Pantjaningsih Sri Redjeki menyebut, bansos diberikan kepada penerima manfaat di 21 kecamatan.

“Mereka yang sudah mengajukan proposal kepada kami untuk menerima bantuan,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Mantan kepala dinas koperasi dan usaha mikro (dinkop-UM) itu juga menyebutkan, terdapat empat sasaran penerima. Di antaranya penyandang disabilitas, lansia, keluarga prasejahtera, dan masyarakat rentan sosial lainnya.(yun/dan).

Editor : Mahmudan
#Bansos Malang #Kemensos #Pemkab Malang